Gubernur Koster Resmikan Pasar Adat di Bongan, Sanjaya Dukung Pembangunan Sektor Pertanian

  • Whatsapp
PERESMIAN Pasar Desa Adat Bongan Puseh di Desa Bongan, Tabanan, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Rabu (5/1/2022). Foto: ist

TABANAN – Gubernur Bali, Wayan Koster, meresmikan Pasar Adat di Desa Adat Bongan Puseh, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Rabu (5/1/2022). Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Koster dan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

Acara tersebut juga dihadiri Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Wakil Bupati dan Sekda Tabanan, para penglingsir dan pemangku, jajaran Forkopimda Tabanan, Kepala OPD dan perangkat daerah.

Bacaan Lainnya

Hadir pula pimpinan BUMN, BUMD, bendesa madya majelis adat, Muspika Tabanan, Perbekel Bongan dan bendesa adat se-Kecamatan Tabanan, serta tokoh masyarakat setempat, dan diramaikan juga opara pedagang Pasar Adat Bongan Puseh.

Koster mengapresiasi dan mendukung penuh pembangunan di Kabupaten Tabanan, terlebih dalam mewujudkan harapan masyarakat untuk memiliki pasar desa.

“Dengan pemberian tanah hak milik Provinsi Bali yang kini digunakan sebagai lokasi pasar desa adat seluas 72 are ini, diharapkan mampu memajukan sektor perekonomian yang mengedepankan potensi dan kearifan lokal desa di Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru”.

Baca juga :  Laporan Diserahkan Tanpa Dibacakan, Lima Komisi DPRD NTB Kritisi LKPJ Gubernur 2020

Desa Bongan sebagai salah satu desa yang memiliki potensi lahan pertanian produktif, dengan keunggulan pertanian yang harus mendapat perhatian khusus. Hal itu agar lebih dipopulerkan, dan kini memiliki tempat untuk memasarkan hasil potensi yang berlilmpah tersebut.

Hal senada disampaikan Bupati Sanjaya. Dia juga mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian dari Pemprov Bali yang telah melimpahkan lahan tanah untuk mewujudkan keinginan masyarakat memiliki pasar desa.

“Pasar desa diyakini mampu menggeliatkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Bongan. Hal ini juga untuk memopulerkan sayur gonda dan jukut kangkung sebagai hasil pertanian khas yang dihasilkan petani di Desa Adat Bongan Puseh ini,” ungkapnya.

Dikatakan, Pemkab Tabanan senantiasa berupaya untuk mencurahkan perhatian terhadap tiga hal. Antara lain produksi dengan sangat baik, distribusi yang diupayakan dengan berbagai pembangunan, termasukpengaspalan jalan hotmiks. Namun, permasalahan yang ada kini dalam hal pemasaran.

“Dukungan Pemprov Bali sangat membantu sektor pemasaran tersebut. Berkat inisiasi dari Gubernur dan BI, perusahaan daerah di Tabanan diajak untuk bekerjasama dengan pihak-pihak hotel guna membeli hasil pertanian di Tabanan,” ujarnya.

Bendesa Adat Desa Bongan Puseh, Gusti Putu Sukarata, mengakui jika ada banyak lika-liku yang dihadapi dalam pembangunan pasar adat tersebut.

Selanjutnya pasar ini akan dikelola oleh Bupda Desa Adat Bongan Puseh yang selaras dengan pencapaian visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ di Kabupaten Tabanan, khususnya dalam pencapaian Jana Kerthi.

Baca juga :  Aparatur di PN Gianyar Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

“Kami berharap agar pasar ini akan jadi tempat penyaluran bagi potensi produk khas desa adat yang terus meningkat. Di Bongan, banyak hasil pertanian,” ujarnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.