MATARAM – Para ulama di wilayah Provinsi NTB diharapkan agar tidak alergi terhadap dunia politik. Sebab, orang baik harus banyak terjun ke politik. Hal ini agar dapat lebih banyak berkontribusi pada kemajuan suatu daerah hingga bangsa Indonesia.
‘’Jangan alergi dengan politik, karena kalau orang-orang baik jauh dari politik, maka kekuasaan akan berada di tangan orang jahat,’’ ujar Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat Desa O’o, Dompu Timur, Rabu (19/10/2022).
Menurut Bang Zul, panggilan karib Gubernur NTB itu, dengan memiliki kekuasaan, seorang pemimpin bisa menentukan nasib orang banyak juga menolong orang miskin.
‘’Jadi, jika pemimpin itu dari kalangan ulama atau orang baik, maka kekuasaan yang dimilikinya akan bisa bermanfaat untuk semua lapisan masyarakat. Terutama, bagi mereka yang berada di garis kemiskinan,’’ tegas Gubernur.
Sementara itu, mantan Ketua Adat Donggo, Dompu, Haidir, mengatakan, seiring dengan meningkatnya dakwah Islam, saat ini, kemajuan dari pembinaan moral masyarakat Dompu sudah mulai sangat baik.
‘’Cara pandang kami terhadap negara dan politik itu sudah banyak berubah dan kami juga sekarang banyak terlibat untuk membina bersama umat berjuang untuk mempertahankan negeri,’’ kata dia.
Haidir mendaku, dengan mayoritas warga Dompu, menggantung hidupnya pada sektor pertanian, tentunya pemerintah harus banyak melakukan antisipasi dan menetapkan harga pupuk yang sesuai dengan kondisi para tani. Di mana, harga pupuk nonsubsidi dapat dibeli dengan harga Rp450.000 per sak di tahun lalu. Namun kini, harganya naik menjadi Rp600.000 per sak.
Terpisah, Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, menjelaskan bahwa, untuk stok pupuk para petani sebenarnya sudah cukup, tetapi adanya penjarahan menyebabkan pupuk tidak terdistribusi dengan maksimal. ‘’Para distributor pupuk sudah berjanji, bagi pengecer yang bermain-main akan langsung kami cabut izinnya,’’ tandas dia. rul






















