DENPASAR – Pengolahan sampah secara baik dan benar dikenalkan sejak dini kepada siswa SMP. Diharapkan kelak mereka dapat menjadi pelopor peduli lingkungan. Di SMP PGRI 2 Denpasar, para siswa diajak mendaur ulang sampah menjadi barang lebih berguna dan bernilai ekonomis.
Karya mereka dipamerkan di internal sekolah, Jumat (30/9/2022) bertajuk “Gilas Plastik” (Gerakan Aksi Peduli Sampah Plastik). Pameran dibuka Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, ST.; bersama Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., Lurah Sumerta, Kepala Lingkungan Banjar Abiankapas, Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia Kota Denpasar, Ketua Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar dan undangan lainnya.
Oleh tangan-tangan imut itu, sampah plastik diubah menjadi tempat pensil, pigura, bunga, dan sebagainya. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., mengatakan, pameran ini merupakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan, dan judul proyek “Gilas Plastik” (Gerakan Aksi Peduli Sampah Plastik). “Pameran ini adalah puncak dari rangkaian kegiatan Proyek Gilas Plastik, yang merupakan bentuk evaluasi dan refleksi dari Proyek yang sudah dilakukan oleh anak-anak dan orang tua juga sangat mendukung,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan Sri Wahyuni, tujuan dari proyek Gilas Plastik ini adalah menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan, meningkatkan keterampilan siswa dalam memilah dan memilih sampah yang dapat dimanfaatkan kembali (daur ulang), meningkatkan kreativitas siswa dalam mengubah sampah plastik menjadi kerajinan tangan sederhana, serta menanamkan semangat gotong royong. “Proyek Gilas Plastik merupakan salah satu bentuk implementasi Kurikulum Merdeka di SMP PGRI 2 Denpasar. Proyek ini merupakan proyek pertama di tahun pelajaran 2022/2023, yang dilaksanakan dengan sistem blok, yaitu sejak tanggal 26 September – 30 September 2022 atau setara dengan 42 JP,” sebutnya.
Pemeran juga dirangkai dengan peresmian Bank Sampah Grisda Berseri yang merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan, khususnya sampah plastik. Bank Sampah Grisda Berseri dikelola OSIS SMP PGRI 2 Denpasar bekerja sama dengan Asosiasi Bank Sampah Indonesia Kota Denpasar. Dalam acara hari ini, ada beberapa stand yang ditampilkan yaitu hasil karya P5 dari siswa kelas 7, Bank Sampah Grisda Berseri dari OSIS dan karya literasi dari kelas 8 dan 9.
Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana, mengapresiasi dan dukungan penuh terhadap gerakan milenial SMP PGRI 2 Denpasar untuk menjaga lingkungan melalui manajemen pengelolaan sampah dengan baik. Sehingga sampah tidak menjadi hal merugikan, tapi justru dapat dikelola dengan baik dan memberikan nilai ekonomis.
Apresiasi juga dilontarkan Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara. Katanya, sampah yang tadinya terbuang, dimanfaatkan jadi karya daur ulang yang menarik, indah dan bermanfaat kembali. “Semoga dengan adanya pameran ini para siswa bisa mengerti, peduli, dan bijak mengelola sampah, utamanya sampah plastik, saya atas nama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ucapnya memungkasi. tra






















