BULELENG – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Buleleng sejak Sabtu (5/12/2020) hingga Minggu (6/12/2020), membuat terjadi gelombang pasang dan badai di perairan Buleleng. Ini seperti terjadi di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Buleleng.
Salah seorang nelayan di kawasan Pantai Penimbangan, Gede Wiadnyana, mengatakan, ketinggian gelombang yang menerjang Pantai Penimbangan mencapai 1,5 meter. Nelayan setempat pun sebelumnya telah melakukan antisipasi dengan memindahkan jukung mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Evakuasi jukung ini dilakukan para nelayan setempat, kata Wiadnyana, karena melihat pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya yakni banyak jukung (perahu) milik para nelayan rusak akibat dihantam gelombang pasang.’’Tidak ada kerusakan. Hanya ada kerusakan katir milik nelayan. Para nelayan sudah mengevakuasi jukung ke dataran yang lebih tinggi. Pemilik warung di sekitar pantai juga sudah mengevakuasi kursi dan meja yang sebelumnya ada di bibir pantai,’’ tuturnya.
Gelombang pasang yang kali ini menerjang Pantai Penimbangan ini merupakan siklus tahunan saat memasuki musim hujan. ‘’Ini biasa terjadi di awal Desember, mulai ada gelombang pasang namun kadang normal,’’ jelas Ketua Pokmaswas Penimbangan Lestari itu.
Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada, menjelaskan, adanya gelombang pasang ini membuat kegiatan penerjunan struktur terumbu karang di perairan Pantai Penimbangan ditunda. Dia memastikan tidak ada kerusakan yang diakibatkan oleh gelombang pasang, karena gelombang hanya sampai di bibir penahan pantai.
‘’Saya tetap mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk waspada. Mengingat informasi diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi. Terutama para nelayan untuk waspada ketika akan melaut,’’ pungkas Gusti Armada. rik
























