Elektabilitas Rendah, Nasdem Diminta Tertawakan Kebodohan, Surya Paloh Hormati Hegemoni PDIP di Bali

SURYA Paloh bersama Prananda Paloh Surya Paloh (kiri) dan Julie Sutrisno Laiskodat (kanan) berjalan kaki disambut para kader saat meresmikan kantor DPW Partai Nasdem Bali, Minggu (17/7/2022). Foto: hen
SURYA Paloh bersama Prananda Paloh Surya Paloh (kiri) dan Julie Sutrisno Laiskodat (kanan) berjalan kaki disambut para kader saat meresmikan kantor DPW Partai Nasdem Bali, Minggu (17/7/2022). Foto: hen

DENPASAR – Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, tertawa lebar ketika disinggung elektabilitas partainya yang cenderung rendah di sejumlah survei politik. Alih-alih tersinggung, dia justru mengajak kadernya menertawakan kebodohan sendiri.

“(Survei rendah) biasa itu, fluktuatif biasa. Nasdem itu sejak lahir tidak pernah dapat survei tinggi, jarang,” ungkapnya dengan nada santai usai peresmian kantor DPW Partai Nasdem Bali, Minggu (17/7/2022).

Read More

Justru dengan elektabilitas kecil, hal itu dinilai makin memberi motivasi diri untuk betul-betul kerja sebagaimana mestinya. “Survei rendah masih sombong lagi?” kelakarnya tergelak.

Nasdem, sambungnya, mengajak bagaimana menertawakan kebodohan juga. Partai harus berani menertawakan kesalahan sebagai bagian pendidikan moral politik. Pendek kata, Nasdem tidak boleh terlalu sensitif dengan elektabilitas rendah. “Dengan semangat pluralisme dan Nasdem sebagai partai nasionalis, saya yakin akan mendapat tempat di hati masyarakat Bali,” ucapnya.

Disinggung PDIP sangat hegemonik dalam lima kali pemilu di Bali, Surya mengapresiasi dan menghormati catatan itu sebagai kisah sukses partai yang dikendalikan Megawati Soekarnoputri. Tetapi dia memberi perbandingan usia antara PDIP yang sudah berumur setengah abad dengan Nasdem yang baru 10 tahun.

“Coba kasi Nasdem kesempatan 10 tahun, barangkali lebih hebat. Bisa bayangkan, mestinya (perbandingan umur partai) ke sana menghitungnya. Nasdem jangan-jangan cuma dua kali pemilu lagi sudah hebat,” sindirnya tertawa.

Berharap Tidak Berubah

Mengenai koalisi yang ingin dibangun menyambut Pilpres 2024, Surya mendaku akan diumumkan sebelum akhir tahun ini. Nasdem saat ini masih membangun komunikasi dengan partai lain, juga dengan tiga bakal calon presiden sesuai hasil Rakernas di Jakarta, 17 Juni 2022. Sebagaimana diketahui, 34 DPW Nasdem merekomendasikan tiga nama kandidat bakal calon presiden yang akan didukung di Pemilu 2024. Mereka adalah Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Andika Perkasa (Panglima TNI), dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah).

Digoda suara hatinya mengarah ke mana dari tiga bakal calon presiden itu, Surya menjawab diplomatis bahwa dia mesti bertanya juga kepada kawan- kawan wartawan yang mana yang dipilih. Yang jelas, dia mengakui dinamika dan perubahan masih mungkin terjadi dalam perjalanan sampai 2024 nanti.

“Pepatah kuno Inggris mengatakan, dari gelas ke bibir banyak hal bisa terjadi. Bisa ada perubahan, tapi sayang kalau ada perubahan itu, kita tidak berharap ada perubahan. Yang tiga sudah firm (pasti) akan dijaga baik-baik, tapi (hasil akhir) di luar kuasa kita,” urainya, kali ini dengan artikulasi hati-hati. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.