KARANGASEM – Krama Desa Adat Kesimpar, Desa/Kecamatan Abang, Karangasem menggelar ritual melasti ke segara (laut) pesisi Pesahsahan wilayah Desa Adat Bebayu, Labasari, Kecamatan Abang, Minggu (6/11/2022). Melasti ini merupakan awal rangkaian dari aci usaba kelima di Pura Puseh Desa Adat Kesimpar.
Bandesa Adat Kesimpar, Jero Pasek I Wayan Kari Subali, mengatakan, serangkaian usaba kelima,saat ini prosesinya akan lengkap. Diawali dengan ritual melasti ke Segara Pesahsahan Bebayu, yang sebelumnya sempat tidak dilaksanakan karena pandemi pada tahun 2020 dan 2021. Namun, ritual aci tetap dilaksanakan dengan prokes.
“Karena pandemi sudah berlalu, semoga tidak ada lagi virus Covid yang mewabah. Artinya sekala niskala kita diperkenankan, maka ritual melasti usaba kelima Desa Pakraman Kesimpar kami laksanakan,” tuturnya.
Lebih lanjut diutarakan, serangkaian pemelastian, seluruh Ida Sasuhunan yang katuur ke Pura Puseh Kesimpar diiring pengempon setempat. Mulai dari Ida Sesuhunan Batara Lingsir Puseh Kesimpar, Maksan Abang, Maksan Pidpid, Seroron Ida Batara Sinuhun di Pura Laga, sertasasuhunan Dewa Resi Seroron Pura Dalem Pidpid.
Pemelastian dilakukan mulai pukul 07.00 jam, berjalan melintasi sepanjang jalan Mangsul Tista, Kangkang Kerta Mandala, Kebon, Culik, Purwakerti. Pihak desa mengerahkan pecalang untuk mengatur kelancaran lalu lintas, mengingat banyaknya iring-iringan yang jumlahnya mencapai ribuan orang dengan jarak tempuh belasan kilometer.
Hal senada diutarakan Jero Mangku Mudra Sari, yang berkata serangkaian usaba kelima di Puseh Kesimpar memang rutin digelar tiap tahun. Dalam setahun, usaba di Pura Puseh Kesimpar dilaksanakan dua kali, yakni usaba wai (usaba dodol) yang dilaksanakan pada purnama sasih kasa, dan usaba kelima pada sasih kelima. nad
























