BULELENG – Seluruh pegawai khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Buleleng, kini tidak lagi dibebani mengumpulkan untuk kenaikan pangkat. Sebab, segala keperluan kenaikan pangkat wajib dituntaskan Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng. Untuk itu BKPSDM Buleleng diminta merancang sistem tersebut.
Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, mengatakan, pegawai kini tidak lagi dibebani untuk dapat kumpulkan berkas kepegawaian. Per 1 Oktober 2022 nanti, kenaikan pangkat pegawai sudah dilakukan oleh BKPSDM Buleleng tanpa mengharuskan pegawai itu untuk mengumpulkan kembali berkasnya.
‘’Saya mengajak seluruh pimpinan untuk bersandar pada norma yang ada dan bekerja dengan baik. Nanti per 1 Oktober ini kenaikan pangkat sudah dilakukan oleh BKPSDM Buleleng. Jadi tidak perlu lagi mengumpulkan berkasnya,’’ kata Lihadnyana, Jumat (23/9/2022).
Untuk di tahun 2023, Lihadnyana pun mengaku bersama Sekda Buleleng, akan memperjuangkan kesejahteraan ASN Pemkab Buleleng. Tidak boleh ada lagi potongan pemberian kesejahteraan ASN.
Ini dilakukan untuk dapat memotivasi ASN, agar fokus bekerja. ‘’Jika nantinya kesejahteraan pegawai terpenuhi, maka hanya fokus bekerja. Semoga nanti tidak ada lagi hak pegawai dipotong,’’ sebut Lihadnyana.
Untuk itu, Lihadnyana mengajak, agar seluruh ASN merapatkan barisan untuk tetap fokus bekerja demi membangun Buleleng. ‘’Jadi ke depan dalam tatanan era baru akan dihadapkan dengan tantangan era digitalisasi, sehingga target terukur dapat dijalankan dengan maksimal,’’ pungkas Lihadnyana. rik






















