BULELENG – Tingginya kasus rabies di Buleleng menjadi perhatian serius Pemkab Buleleng. Untuk dapat menurunkan kasus rabies selama tiga bulan ke depan, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng mengerahkan 16 tim vaksinasi yang menyasar seluruh wilayah di Kabupaten Buleleng.
Kepala Distan Buleleng, Made Sumiarta, mengatakan, hingga 27 Desember 2022, capaian vaksinasi rabies di Buleleng mencapai 70 persen. Berdasarkan data Provinsi Bali, capaian Buleleng paling tinggi dibandingkan kabupaten lainnya. “Kami targetkan vaksinasi di pertengan Februari 2023 tercapai 100 persen,” kata Sumiarta, Kamis (29/12/2022).
Dengan menambahkan 10 tim dari 6 tim sebelumnya, Sumiarta sangat optimis target vaksinasi dapat lebih cepat dari deadline. “Dengan 16 tim yang ada, optimis target vaksinasi rabies tercapai lebih cepat melalui skema. Karena dari target harian tim kami 80 dosis, sudah 100 dosis lebih kami capai masing-masing tim,” ungkapnya.
Menurut dia, sejauh ini, masyarakat sudah mulai sadar akan bahaya rabies. “Kami terapkan sesuai kondisi di daerah masing-masing, sehingga dalam penanganan rabies melibatkan masyarakat mulai dari sistem kesadaran, edukasi dalam penanganan lokasi di desa,” jelas Sumiarta.
Untuk mempertajam regulasi di tingkat desa dinas dan adat, Distan Buleleng mendorong pemerintah desa dan desa adat untuk segera membuat peraturan desa (perdes) dan perarem adat untuk nantinya diimplementasikan di masyarakat. Hal itu sebagai upaya untuk pencegahan merebaknya kasus rabies di Buleleng.
“Sinergi desa dinas dan adat sangat diperlukan, karena adat dihormati di setiap wilayah desa pakraman. Dan untuk itu, kami lakukan sosialisasi selama tiga hari kedepan untuk dapat lakukan pembinaan, pendampingan akan regulasi,” pungkas Sumiarta. rik
























