Denpasar Siap Sukseskan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

KABID Pembinaan PAUD dan SPNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini. Foto: tra
KABID Pembinaan PAUD dan SPNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini. Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar siap dan menyukseskan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk melaksanakan Merdeka Belajar Episode ke-24 terkait transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Termasuk larangan tes membaca, menulis dan berhitung (Calistung) ketika masuk SD, serta mengajak satuan pendidikan PAUD dan SD untuk melakukan pengenalan lingkungan sekolah di dua minggu pertama.

“Mudah-mudahan kebijakan transisi PAUD ke SD ini bisa memberikan iklim pelayanan pembelajaran yang baik untuk anak-anak. Apa yang dilaksanakan di SD dan TK itu sesuai dengan masanya. Adanya kebijakan ini bisa menyadarkan kita bahwa apa yang dilakukan PAUD dan SD keduanya bisa selaras, harmonis baik dari sisi pembelajaran maupun pengelolaan,” ungkap Kabid Pembinaan PAUD dan SPNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini, Minggu (4/6/2023).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut disebutkan Sugiantini, berbagai upaya terus dilakukan agar stakeholder terkait dapat memahami dan menerapkan kebijakan tersebut dalam pelaksanaan pendidikan. Di antaranya, telah menerbitkan surat edaran penguatan transisi PAUD ke SD kelas awal, serta telah dibentuk Forum Komunikasi PAUD-SD. Dan, dalam waktu dekat ini akan dilakukan rapat awal forum serta akan membentuk tim untuk mengawal pelaksanaan PPDB.

Sugiantini mengungkapkan, adanya konsep yang salah bahwa anak yang siap masuk SD adalah anak yang bisa membaca, menulis dan berhitung. Padahal yang harus dibangun dari PAUD hingga SD adalah kemampuan pondasi yaitu terkait kemampuan beragama dan budi pekerti, kemampuan berinteraksi komunikasi, psikomotorik dan kemampuan kognitif.

Sedangkan kemampuan literasi demokrasi di bangun secara bertahap sejak jenjang PAUD sampai SD. “Kesiapan bersekolah bukan suatu tujuan namun suatu proses, sehingga orang tua tidak perlu resah apabila anak anak akan masuk SD belum bisa calistung, karena semua berproses,” tuturnya.

Selain itu, Sugiantini, menjelaskan guru pun harus benar-benar memahami bahwa kemampuan setiap anak berbeda, pada jenjang SD kelas 1 dan 2 harus digunakan pendekatan bermain adalah belajar, sehingga anak merasa nyaman dan kasmaran belajar. Lanjutnya, beberapa target perubahan diharapkan dapat dicapai sesuai arah kebijakan transisi PAUD-SD antara lain PPDB SD yang tidak melaksanakan tes calistung, masa pengenalan sekolah 2 minggu yang melibatkan orang tua dan anak serta menerima pembelajaran yang membangun kemampuan pondasi anak. “Kami berharap semua sekolah dasar dapat mematuhi ketentuan tersebut,” imbuhnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses