Delapan Warung di Pantai Melasti Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

PETUGAS Damkar Kabupaten Badung saat memadamkan api yang meludeskan sejumlah warung di Pantai Melasti, Kuta Selatan, Minggu (17/4/2022). Foto: ist

MANGUPURA – Peristiwa kebakaran terjadi di Pantai Melasti, Desa Ungasan, Minggu (17/4/2022). Dilaporkan tujuh warung makan dan satu warung suvenir milik warga di lokasi itu ludes terbakar.

Diduga penyebab kejadian tersebut adalah korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kebakaran dan Keselamatan Kabupaten Badung, I Wayan Wirya, mengatakan, untuk memadamkan kebakaran itu pihaknya menerjunkan 3 unit mobil pemadam kebakaran (damkar).

Kobaran api berhasil dipadamkan setelah dua jam. ‘’Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,’’ ungkap Wirya.

Sementara itu, salah seorang pemilik warung bernama Made Ngantra, menerangkan, kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.15 Wita. Ia mengetahui kejadian itu dari informasi petugas pengangkut sampah yang saat itu sedang membersihkan sampah di lokasi.

Ia menduga kebakaran itu akibat korsleting listrik, sehingga menimbulkan percikan api dan merembet ke bangunan warung yang sebagian besar semi permanen.

‘’Di sana ada sebanyak 20 unit warung. Yang terbakar itu yang berada di sisi barat. Delapan yang terbakar. Ada 7 warung makanan yang habis terbakar dan satu warung suvenir yang tidak sampai habis terbakar,’’ terang Ngantra yang juga Ketua Pedagang di Pantai Melasti.

Baca juga :  Jalur Bakung Pagubugan-Putung Tertimbun Longsor, Kalak BPBD Karangasem Imbau Masyarakat Waspada

Pascakebakaran, dia menyerahkan keputusan kepada pihak pengelola pantai. Apakah nantinya warung itu akan direlokasi ke tempat lain, atau seperti apa.

Hal senada dikemukakan Eka Komalasari, selaku pedagang suvenir yang kiosnya masih utuh, tidak ikut terbakar. Dia mengaku bersyukur karena bangunannya dan barang-barang dagangannya masih utuh.

Saat ini ia masih menunggu keputusan pihak pengelola pantai, apakah nanti akan dipindahkan atau akan tetap di lokasi yang samas. ‘’Ya, sekarang masih menunggu seperti apa keputusannya, katanya sih mau dipindah di lokasi lain,’’ ucap Komalasari. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.