KARANGASEM – Kekhawatiran kondisi bangunan SMPN 3 Bebandem di Banjar Butus, Desa Bhuwanagiri Bebandem, Karangasem akan kian parah, perlahan diantisipasi pihak sekolah. Tingkat kelabilan struktur tanah yang tidak bisa diprediksi, menjadi ancaman bom waktu. Upaya pencegahan kerusakan kian parah, pihak komite menggunakan alat berat.
Kepala SMPN 3 Bebandem, I Made Wijana, Selasa (13/12/2022) mengatakan, komite sekolah mengupayakan penanganan menggunakan alat berat. Pertimbangannya, kondisi struktur tanah areal bangunan sekolah yang berdampingan dengan sungai di kawasan Butus sangat labil.
Alat berat memilah batu yang ada di pinggiran sungai dekat titik longsor, untuk dibuatkan semacam senderan agar aliran air sungai lancar dan agak jauh dari pinggiran titik longsoran. “Alat beratnya pinjaman dari Komite dengan operator dan BBM diberikan melalui donatur yang berkenan. Pengerjaannya sudah sejak tiga hari lalu,” jelasnya.
Dia berujar sudah wanti-wanti memperingatkan para siswa di sekolah dan warga sekitar atas kondisi ini, terlebih retakan sudah muncul di bangunan sekolah. Sebelumnya, padmasana sebenarnya sudah digeser dengan membuatkan palinggih darurat sebagai langkah antisipasi.
“Palinggih padmasana sementara dibuatkan dari turus lumbung, palinggih sebelumnya di-pralinapada hari Senin, Soma Kliwon Wuku Wariga, 5 Desember lalu. Dengan demikian aktivis di areal padmasana sudah kosong,” cetusnya memungkasi. nad






















