Calon Paket Kuat Pilgub NTB 2024, Sukiman-Suhaili Saling Puji di Acara Pengajian

BUPATI Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy (kanan) dan mantan Bupati Lombok Tengah (Loteng), TGH Suhaili Fadli Thohir (kiri) saling salam secara islami saat bertemu di salah satu acara pengajian di Lotim. Foto: ist

MATARAM – Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy dan mantan Bupati Lombok Tengah (Loteng) TGH Suhaili Fadli Thohir, kini gencar menyambangi masyarakat. Bahkan keduanya saling lempar pujian saat kegiatan pengajian silaturahmi di Desa Lepak Timur, kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur pada Minggu (25/9/2022).

Sukiman-Suhaili atau yang dikenal di media sosial bertagline “SUSU” juga diisukan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024 untuk menantang calon petahana Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi Djalilah atau Zul-Rohmi Jilid II.

Read More

Dalam video yang viral itu, Sukiman dan Suhaili bertukar pujian menjelang Pilgub NTB 2024. Tak tanggung-tanggung Sukiman menyebut hadirnya Sirkuit Mandalika tak lepas dari peran Suhaili saat menjadi Bupati Lombok Tengah.

”Warga tiang (saya), TGH Muh Suhaili ini, merupakan tokoh NTB yang banyak berkiprah untuk daerah ini, seperti pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika, Bandara Internasional dan lain sebagainya,’’ kata Sukiman, Selasa (27/9/2022).

Sukiman pun berharap Suhaili bisa melenggang ke panggung lebih tinggi. ‘’Mari kita doakan TGH Suhaili FT jadi pemimpin NTB ke depannya,’’ ucap Sukiman.

Terpisah, pengamat politik UIN Mataram, Dr. Ihsan Hamid, menganalisa bila beberapa acara sebelumnya yang dihadiri Sukiman-Suhaili terkesan dadakan, namun baru kali ini keduanya hadir atas dasar kesiapan keduanya.

‘’Maka bagi saya pesannya adalah ada kemajuan pembicaraan secara politik antara Sukiman dan Suhaili,’’ kata Ihsan, saat dimintai komentarnya terkait aksi saling puji antara Sukiman-Suhaili di salah satu lokasi pengajian di Lotim.

Paket Sukiman-Suhaili (SUSU) atau Suhaili-Sukiman (SUKA) dikatakan mendapat respons positif dari publik. Respons itu ditangkap dengan baik oleh pasangan ini dengan terus memanfaatkan sejumlah momentum untuk terus hadir secara bersama-sama. ‘’Mereka seolah ingin bilang, ‘aspirasi masyarakat kami dengarkan dan kami bisa saja berpasangan’,’’ tegas Ihsan.

Bagi Ihsan Hamid langkah paket ini sudah tepat. Memanfaatkan setiap momentum untuk tetap membuka peluang dibicarakan. ‘’Saya pikir sebagai calon penantang Zul-Rohmi yang paling berpeluang saat ini, cara mereka menjaga opini publik dan tetap membuka kans terus dibicarakan sudah relevan,’’ kata pengajar di UIN Mataram itu.

Ia mendaku, bahwa paket ini memang ada baiknya untuk tidak terjebak pada sibuk memikirkan kendaraan politik yang akan digunakan. ‘’Toh partai-partai juga belum ada yang jelas sampai saat ini, apakah dapat mengusung calon dari internal atau tidak, karena Pilgub 2024 ditentukan oleh perolehan kursi Pemilu 2024,’’ katanya.

Tetapi bagaimana membuat agar paket ini semakin populer menyaingi petahana Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi Djalillah atau Zul-Rohmi Jilid II. Bahkan untuk saat ini yang paling realistis menurutnya, mengupayakan paket SUSU bisa menggunakan jalur independen. Sampai akhirnya peta politik semakin jelas menjelang Pilgub 2024 nanti.

“Saya pikir, sejauh ini tidak ada penantang yang lebih berpeluang menyaingi Zul-Rohmi kecuali Sukiman-Suhaili. Artinya kalau dua paket ini bertahan sampai gong Pilgub 2024 ditabuh, partai yang punya kursi tinggal memilih apakah ke Zul-Rohmi atau SUSU,” jelas Ihsan Hamid. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.