Calon Bupati Badung Pasca Giri Prasta : Hanya Dua Orang yang Disebut di Masyarakat Bawah

WAYAN Adi Arnawa diapit Made Nariana (kiri) dan Made Sutama. foto: dok

MANGUPURA – Pemilihan Kepala Daerah Badung dan sejumlah kepala daerah di Bali masih jauh. Yakni tahun 2024 nanti, usai dilaksanakan pemilu anggota DPR RI, DPRD I dan II seluruh Indonesia.

Namun demikian, di kalangan masyarakat sudah sangat jamak dibicarakan siapa bakal menjadi Bupati berikutnya setelah Giri Prasta dan Suiasa mengakhiri jabatannya sebagai pimpinan di Badung. Hal serupa juga menjadi perbincangan soal bakal pimpinan di sejumlah kabupaten/kota di Bali.

Read More

Salah satu pemerhati politik di desa yang juga pelaku pemberdayaan masyarakat Desa I Wayan Murjana mengatakan, sampai saat ini hanya dua nama yang masih beredar di masyarakat bawah. Pertama Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, dan kedua I Made Sutama, mantan Kepala Bapenda (Dispenda) Badung yang baru purna tugas tanggal 31 Desember 2022.

Murjana asal Mengwi itu mengatakan, sebelumnya – tahun lalu (2022) memang beredar nama-nama seperti Putu Parwata (Ketua DPRD Buleleng) dan Wayan Suyasa (Ketua Umum Golkar Badung) dari Penarungan. Dua nama terakhir nampaknya mulai meredup dibicarakan di grassroot politik (masyarakat bawah).

“Saya perhatikan yang rajin turun ke bawah belakangan baik dalam rangka tugas atau diundang secara pribadi masyarakat hanya Pak Adi Arnawa dan Made Sutama,”
kata Murjana, yang sering keliling ke sejumlah desa memantau program perbedayaan mereka seperti PNPM.

Bahkan Murjana juga mendengar di dua rumah tokoh itu juga sering ramai membawa sejumlah dukungan dan dorongan. Hanya, menurut pemilik warung makanan khusus menu Jamur di bilangan desa Baha itu, Adi dan Sutama keduanya berasal di Bukit, Badung Selatan.

Ia mengamati, kader PDI Perjuangan yang menguasai Badung belum kelihatan “bergerak” mengincar kursi Bupati. Namun untuk Wakil Bupati banyak kader PDI-P muncul khususnya di Badung Utara.

”Saya lihat Bimanata (Ketua PAC PDI-P) Petang, Nyoman Satria (anggota Fraksi PDI-P Badung), I Made Nariana (Ketua Umum KONI Badung yang juga Pembina Relawan Giri-Ase dalam pilkada sebelumnya), Made Suwardana (anggota DPRD Badung Fraksi PDI-P dari Kapal). Ini semua tokoh Badung Utara yang potensial mengisi bakal Badung-2),” kata Murjana yang juga dibenarkan Pak Krisna dari Desa Sobangan.

Murjana yang setiap minggu diskusi kecil dengan sejumlah aktivis di warungnya soal politik, mengaku bahwa kalau kelak potensi calon Bupati dari Badung Selatan, ia berharap bakal wakil calonnya diambil dari Badung Utara/Tengah.

Hal tersebut pertimbangan geopolitik yang sudah dilaksanakan selama ini. Suara pemilih di Mengwi, Abiansemal dan Kecamatan Petang sangat besar perlu perhatian dari otoritas yang menentukan pemimpin-pemimpin Badung ke depan.

Wayan Murjana yang aktif sebagai aktivitis lima tahun belakangan melihat, potensi partai banteng (PDI-P) di Badung masih dominan untuk berkuasa. Apalagi Bupatinya dan pemimpinnya Nyoman Giri Prasta dikenal sebagai Bupati Bares, yang masih dicintai rakyatnya di bawah. Penentuan siapa penggantinya kelak, banyak ditentukan Giri Prasta bersama Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster.

“Namun gong terakhir tetap akan berada di pusat melalui tangan Ibu Megawati yang dikenal sebagai mbahnya partai itu,” pungkas Murjana yang pengen pendapatnya disebarluaskan melalui media massa. 049

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.