KARANGASEM – Sempat ditutup guna mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), saat ini dua pasar hewan di Karangasem resmi dibuka.
Bupati Karangasem, I Gede Dana; didampingi Ketua Satgas PMK yang juga Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta; dan Kadis Perindagkop dan Kadis Pertanian, Sabtu (1/10/2022) memantau langsung aktivitas jual-beli di Pasar Hewan Rubaya, Kecamatan Kubu, Karangasem.
Secara saksama Dana ditemani sejumlah veteriner dari Dinas Pertanian Karangasem melihat kondisi kesehatan sapi yang ditransaksikan.
“Saya bersama Ketua Satgas PMK sengaja turun hari ini untuk memastikan seperti apa pengawasan oleh medik veteriner terhadap sapi yang dijual-belikan di Pasar Rubaya. Sebab, ini penting untuk cegah tangkal penyebaran PMK, dan memastikan sapi yang dijual benar-benar sehat serta terbebas dari PMK,” terang Dana.
Menyusul dibukanya kembali aktivitas di dua pasar hewan terbesar di Karangasem, Dana dalam kesempatan itu memerintah Kadis Pertanian untuk membuat pos pengawasan kesehatan hewan di masing-masing pasar.
Pun menugaskan beberapa medik veteriner di setiap pasaran hewan. Langkah itu sangat penting, mengingat sejumlah petani dan saudagar sapi dari beberapa kabupaten lain juga melakukan transaksi di dua pasar hewan di Karangasem.
Menurut Dana, prosedur keamanan dan kesehatan hewan juga harus terus diperhatikan. Dia sudah memerintah agar setiap kendaraan pengangkut hewan yang keluar-masuk areal pasar harus disemprot disinfektan. Yang terpenting, prosedur penanganan sapi jika ditemukan bergejala PMK harus dilaksanakan dengan baik.
“Saya senang akhirnya aktivitas transaksi jual-beli sapi di Karangasem bisa kembali bergeliat. Tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi petani,” tandasnya dengan nada gembira.
Berdasarkan laporan dari Diskoperindag Karangasem, di Pasar Hewan Bebandem pada hari pertama dibuka kembali tercatat ada 85 ekor sapi yang masuk, dan sapi yang laku terjual sebanyak 61 ekor. Dari jumlah tersebut tercatat nilai transaksi Rp297,4 juta.
Di Pasar Hewan Rubaya, Sabtu (1/10) jumlah sapi yang masuk untuk diperdagangkan sebanyak 35 ekor, sedangkan yang laku terjual sebanyak empat ekor dengan nilai transaksi total Rp52 juta. nad























