POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Bunda PGRI Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, secara resmi membuka Jambore Guru Penulis PGRI Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Gedung Nari Graha, Denpasar, Senin (7/7/2025). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ibu Putri Koster yang didampingi Kadisdikpora Bali, KN. Boy Jayawibawa; Kepala Biro Umum Setda Provinsi Bali, Wayan Budiasa, serta Ketua PGRI Bali I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Dalam sambutannya, Putri Koster memberikan motivasi kepada para guru yang datang dari kabupaten/kota se-Bali, serta menyampaikan bahwa budaya literasi adalah fondasi utama untuk memperkuat kapasitas guru dalam mendidik. “Tulisan adalah intisari dari pikiran dan perasaan. Guru harus terbiasa menulis agar dapat menjadi penggerak pemikiran dan perubahan,” ujarnya.
Ditambahkannya, guru harus menjadi sosok multitalenta: tidak hanya mengajar, tapi juga mampu menjadi penyair, dramawan, dan penulis yang memberi solusi atas persoalan bangsa. Putri Koster yang juga sebagai Duta PSBS PADAS menyampaikan untuk memperingati Hari Jadi Pemprov Bali di Bulan Agustus ini, akan diadakan kegiatan “Saya Bangga Menulis” bagi seluruh guru di Bali, dan juga lomba menulis dengan tema utama pengelolaan sampah berbasis sumber dalam mendukung gerakan Bali Bersih.
“Tulisan-tulisan terbaik dari para guru akan diseleksi secara ketat dan objektif, tanpa nepotisme. dan akan dipilih 10 tulisan terbaik akan mendapatkan penghargaan masing-masing sebesar Rp10 juta, sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat dalam menggerakkan literasi lingkungan,’’ tuturnya.
Putri Koster berharap dengan kegiatan ini akan lahir tulisan-tulisan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap isu-isu lingkungan di Bali, khususnya terkait sampah. Tulisan tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kebersihan dan keindahan Pulau Dewata.
Di akhir arahannya, Putri Koster juga menegaskan pentingnya sinergi antara PGRI dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter anak bangsa. Guru harus menjadi pembimbing akhlak dan budi pekerti, bukan sekadar pengajar materi karena pendidikan karakter dan spiritual juga akan menjadi pondasi utama menuju generasi emas.
Sementara itu, Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian jambore guru penulis keliling Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Penulis Nasional, dan provinsi Bali menjadi salah satu provinsi yang terpilih. Kegiatan ini menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mendorong budaya menulis di kalangan guru.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan guru untuk menuangkan pengalaman, ide, dan nilai-nilai pendidikan ke dalam tulisan yang sistematis dan membangun.
Acara dihadiri oleh sekitar 180 peserta secara langsung dan 390 peserta secara daring, terdiri atas guru-guru penulis dari seluruh kabupaten/kota di Bali, pengurus PGRI Provinsi dan kabupaten/kota se-Bali, panitia Jambore, serta perwakilan dari Asosiasi Guru Penulis Pusat. rls/tra























