Bimtek Penguatan Bunda PAUD di Tabanan, Fokus Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

BIMTEK Penguatan Pokja Bunda PAUD, Bunda PAUD kecamatan, dan Bunda PAUD desa, di Ruang Rapat Singasana Kantor Bupati Tabanan, Rabu (27/8/2025). Foto: ist
BIMTEK Penguatan Pokja Bunda PAUD, Bunda PAUD kecamatan, dan Bunda PAUD desa, di Ruang Rapat Singasana Kantor Bupati Tabanan, Rabu (27/8/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pokja Bunda PAUD, Bunda PAUD kecamatan, dan Bunda PAUD desa, di Ruang Rapat Singasana Kantor Bupati Tabanan, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pokja Bunda PAUD kabupaten, seluruh Bunda PAUD kecamatan, serta Bunda PAUD desa se-Kabupaten Tabanan. Bimtek bertujuan memperkuat peran strategis Bunda PAUD di semua tingkatan, agar lebih sinergis dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Kadis Pendidikan Tabanan mengatakan bahwa fokus utama diskusi dalam bimtek kali ini adalah dukungan terhadap kebijakan program Wajib Belajar 13 Tahun, dan arti penting menyukseskan program Satu Tahun Pra-Sekolah sebagai pondasi pendidikan dasar yang kuat bagi anak-anak Tabanan. Dengan penguatan kapasitas kelembagaan Bunda PAUD, diharapkan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.

Lebih lanjut disampaikan, bimtek ini adalah langkah nyata dalam memastikan layanan PAUD di Tabanan semakin terarah dan terintegrasi. Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun dan program Satu Tahun Pra-Sekolah adalah upaya strategis untuk menyiapkan generasi Tabanan yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.

“Melalui sinergi Bunda PAUD dari tingkat kabupaten hingga desa, kita ingin memastikan anak-anak memiliki pondasi pendidikan yang kuat sejak usia dini,” ungkap Darma Utama.

Menurut Darma Utama, penguatan peran Bunda PAUD sejalan dengan visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, Madani. “Aman berarti anak-anak kita belajar dalam lingkungan yang sehat, nyaman, dan terlindungi. Unggul berarti kita menyiapkan generasi yang kompeten dan berkarakter, sedangkan Madani adalah semangat membangun masyarakat yang peduli, beradab, dan inklusif,” jelasnya.

Melalui kerja sama yang solid, Kadis Pendidikan optimis Tabanan akan mampu mencetak generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses