TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyatakan mendukung kegiatan krama Desa Gelagah dalam menjalankan yadnya, sebagai cerminan komitmen Pemkab Tabanan dalam mendukung pembangunan di masyarakat.
Hal itu pun diungkapkan Sanjaya, saat menghadiri uleman pitra yadnya ngaben bersama yang diselenggarakan masyarakat Desa Adat Gelagah, Desa Payangan, Marga, Jumat (5/8/2022) sore.
Sanjaya menyebutkan bahwa kegiatan yadnya ini dikonsepkan dengan baik, dan dirangkaikan dengan kegiatan lainnya seperti upacara manusa yadnya. Menurutnya, hal itu menguntungkan bagi masyarakat, baik dari segi moral maupun material.
“Saya apresiasi kegiatan ini, karena masyarakat Desa Adat Gelagah telah melaksanakan yadnya dengan semangat gotong royong yang kuat, dan dengan biaya yang murah. Artinya, umat sedharma saat ini sudah semakin paham bahwa membayar utang kepada leluhur tidak harus dengan biaya besar. Dengan beberapa juta saja, sudah bisa melaksanakan yadnya, bahkan lebih murah daripada harga hp android,” ujar Sanjaya.
Menurutnya, paradigma bahwa biaya kegiatan yadnya di Bali sangat mahal, maka seiring dengan waktu berjalan mampu terkikis dengan pemahaman-pemahaman dari masyarakat.
Dia mengimbau masyarakat agar menghilangkan persepsi-persepsi yang salah di masyarakat terkait dengan pelaksanaan yadnya, sehingga ke depan bisa meringankan beban masyarakat, sekaligus menguatkan persatuan di masyarakat.
Sementara Ketua Panitia Yadnya, I Ketut Sulatra, mengatakan bahwa kegiatan pengabenan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali itu, sesuai dengan pararem adat. Kali ini diikuti 29 sawa dengan biaya Rp6 juta per sawa.
“Yadnya ini juga dipandang menguntungkan bagi masyarakat, karena dirangkaikan dengan kegiatan yadnya lainnya, seperti upacara manusa yadnya, yang puncaknya dilaksanakan pada 8 Agustus 2022 mendatang,” ujarnya. gap























