Bantu Modal Petani Garam, Bank BPD Bali Genjot KUR Mesari

  • Whatsapp
KEPALA Bank BPD Bali Cabang Karangasem, Ketut Andayana Kusuma Yasa. Foto: ist
KEPALA Bank BPD Bali Cabang Karangasem, Ketut Andayana Kusuma Yasa. Foto: ist

DENPASAR – Bank BPD Bali Kantor Cabang Karangasem terus menggenjot Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Program Membangun Masyarakat Bali (Mesari) untuk membantu permodalan petani garam di Kabupaten Karangasem. Hal itu sesuai dengan visi Bank BPD Bali yakni menjadi bank yang kuat, berdaya saing tinggi, dan terkemuka dalam melayani UMKM serta berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Bank BPD Bali juga mendukung Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali, dan pada Tahun 2021 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 17 tahun 2021 tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali.

Bacaan Lainnya

Hasil survei di lapangan dan data dari Dinas Koperasi dan Dinas Perikanan Karangasem,  petani garam tersebar di Desa Tianyar, Amed, dan Yeh Malet. Total petani garam yang sudah dibantu program Mesari Bank BPD Bali saat peluncuran program Mesari di Amed sebanyak 16 debitur.

Rinciannya, petani garam di Tianyar Barat sebanyak 5 debitur, petani garam MPIG Garam Amed 9 debitur, dan petani garam di Yeh Malet 2 debitur. ‘’Masih ada 49 kelompok petani garam yang sedang proses,’’ kata Kepala Bank BPD Bali Cabang Karangasem, Ketut Andayana Kusuma Yasa, Sabtu (6/11/2021).

Baca juga :  KOI Sebut Kebutuhan Indonesia di Olimpiade Tokyo Capai Rp38 Miliar

Ia mengutarakan, melalui program Mesari, Bank BPD Bali memberikan permodalan kepada petani garam dengan skema kredit KUR.  Banyak benefit yang didapatkan debitur/petani garam dari program ini.

Di antaranya, bunga kredit yang disubsidi oleh Bank BPD Bali setiap akhir tahun sehingga bunga kredit yang dibebankan kepada debitur sebesar 3 persen menurun dari yang seharusnya 6 persen menurun. Juga pemberian fasilitas BPJS ketenagakerjaan yang biayanya ditangung oleh Bank BPD Bali selama setahun pertama.

Menurutnya, saat ini sektor pertanian dan UMKM merupakan roda pengerak perekonomian masyarakat Bali. Bank BPD Bali selaku bank daerah wajib berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan perekonomian Bali melalui permodalan kepada pelaku usaha UMKM sektor pangan dan pertanian.

Program Mesari diharapkan dapat memberikan permodalan kepada pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor pangan, pertanian, UMKM, dan sektor usaha lainnya. Semua klaster petani garam yang ada di Karangasem secara bertahap akan dijadikan nasabah binaan dengan bantuan permodalan program Mesari, sehingga kapasitas usaha meningkat dan proses produksi bisa berkesinambungan.

Bank BPD Bali tidak hanya memberikan permodalan kepada pelaku usaha/petani garam, akan tetapi juga membantu petani garam untuk memasarkan/membeli produknya dan memberikan pendampingan/pelatihan wirsauha agar mampu tetap bersaing dan eksis. Petani garam juga akan diberikan fasilitas dalam peningkatan kapasitas produksi melalui program kemitraan pengolahan garam tradisional yang mana klaster/petani garam akan diberikan bantuan peralatan yang dapat membantu proses produksi. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.