Bantu Mesin Ekstraksi Daun Nanas, IKM Loteng Mampu Tembus Pasar Eropa

PERALATAN bantuan PLN NTB yang dipergunakan kelompok IKM untuk mengolah limbah nanas menjadi produk tas dan jaket. Foto: ist

MATARAM – Program pemberdayaan masyarakat lokal melalui bantuan mesin ekstraksi serat daun nanas di tahun 2020-2022 yang dilakukan PLN Wilayah NTB, kini telah menuai hasil.

Pinallo, salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang memperoleh bantuan peralatan, telah mampu mengolah limbah daun nanas menjadi produk berkualitas tinggi di NTB.

Read More

Founder Pinallo, Siti Aisyah, mengatakan, hingga kini produk yang dihasilkan IKM miliknya tidak saja dinikmati pangsa pasar dalam negeri, seperti Jawa, Sulawesi, dan Bali. Namun sudah diekspor hingga benua Eropa, seperti Italia Slovenia, dan Belanda.

Menurut dia, produk dari Pinallo pun juga sangat variatif, seperti dompet, tas, jaket, pouch, baju dan beberapa produk lainnya. Semua produk tentunya dihasilkan dengan kualitas terbaik.

‘’Omzet Pinallo ini sendiri saat ini kurang lebih Rp25 juta per bulan. Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan berupa mesin ekstraksi yang sangat membantu dalam proses pengolahan sampah organik ini,’’ kata Aisyah, Selasa (14/6/2022).

Menurut dia, selain untuk mengolah limbah organik secara tepat guna, Pinallo mampu menyerap tenaga kerja, terutama para ibu untuk membuat produk dari serat daun nanas. Apalagi, Pinallo telah memberikan peluang kerja bagi sekitar 18 orang ibu di sekitar Kabupaten Lombok Tengah.

Aisyah juga berharap kolaborasi dengan PLN dapat terus ditingkatkan, untuk membuat terobosan membangun IKM baru dan juga mengembangkan IKM yang telah terbentuk, dengan memanfaatkan produk lokal dan juga dari limbah organik.

“Ke depan, semoga lebih banyak IKM naik kelas, tidak hanya berjaya di nusantara namun juga menembus pasar dunia yang lebih besar lagi,’’ ujar Aisyah.

Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN NTB, Refa Purwati, mengatakan, bantuan berupa mesin ekstraksi ini sendiri telah diberikan sebanyak dua kali.

Tujuannya tentu saja untuk membuat proses produksi pengolahan limbah daun nanas menjadi lebih efektif dan efisien, apabila dibandingkan dengan cara sebelumnya yang masih manual.

‘’Tentunya, kami harus mengambil peran dalam membantu upaya pemerintah untuk mengembangkan IKM yang ada di NTB. Dan ini adalah salah satu bentuk dukungan yang bisa kami berikan,’’ kata Refa dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, di tahun 2020, PLN NTB memberikan bantuan berupa mesin ekstraksi serat nanas senilai Rp110 juta. Seiring dengan perkembangan dari permintaan hasil Pinallo yang semakin meningkat, di tahun 2022 PLN kembali menyerahkan bantuan berupa mesin yang sama, senilai Rp 200 juta. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.