POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kabupaten Bangli tercatat sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Pulau Bali. Bawang merah banyak dikembangkan di kawasan kaldera Gunung Batur, Kecamatan Kintamani. Hampir 96 persen bawang merah di Bali dihasilkan petani di Kintamani, dengan sekali panen bisa menghasilkan 22 ton bawang kering.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, belum lama ini, menyebut saat ini terdapat sekitar 400 hektar tanaman bawang di Bangli. “Lahan pengembangan bawang berada di wilayah Kecamatan Kintamani, tepatnya di kaldera Gunung Batur,” sebutnya.
Untuk produksi bawang merah di wilayah Kintamani, cetusnya, mencapai 22 ton per sekali panen. Sementara kebutuhan bawang merah di Bali hanya 18 ton. “Untuk pemasaran saat ini meliputi Bali-Nusra, bahkan pemasaran menembus ke sejumlah daerah seperti Kalimantan, Maluku dan yang lainnya,” terang birokrat asal Tembuku itu.
Lebih jauh diutarakan, untuk peningkatan kualitas hasil pertanian bawang merah, instansinya terus melakukan edukasi dan pemahaman serta berbagai terobosan. Dia menekankan, dalam melakukan pengembangan bawang merah bisa meminimalisir penggunaan pestisida kimia. Pun lebih banyak menggunakan bahan organik, baik pupuk maupun obatnya.
“Untuk memacu produksi bawang, memang banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah pemilihan musim yang tepat, sehingga bisa menghasilkan produk yang berkualitas,” jelasnya. gia






















