BANGLI – Saat ini tidak ada lagi pelaporan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bangli, tapi Dinas PKP bersama Satgas Pengendalian PMK tetap kencang bekerja. Salah satu upaya pencegahan adalah untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) pada populasi hewan ternak yang rentan terkena PMK.
Hal tersebut disampaikan Kadiskominfosan Bangli, I Wayan Dirgayusa, Rabu (5/10/2022). Birokrat asal Desa Demulih tersebut mengatakan, vaksinasi secara keseluruhan di Bangli menyasar hewan babi.
Dari populasi yang ada, sudah divaksin sebanyak 1.732 ekor di 35 desa di empat kecamatan, dengan lokasi yang sama dengan sapi kena virus PMK. Vaksin babi rencananya sebanyak dua kali, dan baru dilaksanakan vaksin 1.
Data vaksin yang diterima dari 5 Juli hingga 26 September lalu, sebutnya, akumulasi sapi dan babi sebanyak 64.750. Sementara jumlah vaksin yang digunakan 57.132 vial, dan sisa vaksin saat ini 7.618 vial.
Lebih jauh diungkapkan, vaksinasi mengutamakan daerah yang terdampak virus PMK dalam radius 3 kilometer sampai 10 kilometer. Pun desa-desa yang memiliki populasi ternak sapi, babi maupun kambing yang banyak juga menjadi target.
Hanya tiga kecamatan yakni Kecamatan Bangli, Susut, Tembuku sudah merata vaksinasi di desa, sedangkan Kecamatan Kintamani belum merata di semua desa.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Made Alit Parwata, menambahkan, sampai tanggal 4 Oktober baru 60 persen sapi maupun babi sudah divaksin. Babi lebih mudah untuk divaksin karena lokasinya berdekatan.
Berdasarkan laporan yang diterima per 4 Oktober, hasil global 58.192 dan hasil vaksinasi babi sebanyak 2.730. ”Kami sedang gencar melaksanakan vaksinasi setiap hari dengan jadwal yang sudah dikirim ke masing-masing desa/kelurahan,” jelasnya. gia























