Bamus Bali Komitmen Jalin Sinergi dengan Pemerintah-Masyarakat

FORUM Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Denpasar menggelar tatap muka dan dialog kerukunan antarpaguyuban se-Kota Denpasar, Minggu (23/11/2025). Kali ini, Paguyuban Bamus Bali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara. Foto: ist
FORUM Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Denpasar menggelar tatap muka dan dialog kerukunan antarpaguyuban se-Kota Denpasar, Minggu (23/11/2025). Kali ini, Paguyuban Bamus Bali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Denpasar menggelar tatap muka dan dialog kerukunan antarpaguyuban se-Kota Denpasar, Minggu (23/11/2025). Kali ini, Paguyuban Bamus Bali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara.

Acara yang digelar di Musholla Al Makmur, Kampung Sunda Bali di Jalan Marlboro, Denpasar, ini dihadiri para pengurus Bamus Bali serta sejumlah paguyuban lain seperti dari Inti, Ikawangi, Paguyuban Jatim, dan Flobamora. Hadir pula Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Anumana; Ketua FPK Kota Denpasar, I Made Arka, serta pengurus.

Bacaan Lainnya

‘’Sebuah kehormatan bagi kami, Paguyuban Bamus Bali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan tatap muka dan dialog kerukunan antar paguyuban se-Kota Denpasar. Sesuai dengan semboyan Kota Denpasar; Vasudhaiva Kutumbakam (Kita Semua Bersaudara), acara ini sangatlah positif guna makin menumbuhkan serta merawat keharmonisan dan kebersamaan warga Denpasar dari berbagai etnis, adat dan budaya,’’ kata Ketua Umum Paguyuban Bamus Bali, Agus Samijaya; didampingi Sekretaris Umum, Rahman Ahda.

Agus Samijaya mengutarakan, Bamus adalah singkatan dari Badan Musyawarah Urang Sunda. Saat ini, Bamus Bali membawahi 22 paguyuban dan memiliki anggota sekitar 12.500 orang tersebar di seluruh Bali. Bamus lahir pada tanggal 10 Mei 2010.

Ia menegaskan bahwa organisasi ini dibangun di atas semangat gotong royong dan prinsip luhur “dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” yang menjadi pegangan hidup warga Sunda dalam merawat hubungan harmonis dengan masyarakat Bali. “Kami punya Sanggar Seni Pusaka Pajajaran untuk melatih anak-anak muda dalam seni tari, musik tradisional, hingga budaya Sunda lainnya,” jelas Agus Samijaya.

Agus Samijaya menegaskan, Bamus Bali berkomitmen untuk menjalin sinergi dan kolaborasi dengan elemen masyarakat Bali lainnya termasuk dengan paguyuban paguyuban etnis lain dari seluruh Nusantara serta bersinergi dengan pemerintah baik pemerintah Provinsi Bali maupun dengan pemerintah kabupaten/kota. Sehingga selain tergabung di FPK Kota Denpasar, Bamus juga terdaftar di FPK Provinsi Bali. ‘’Bamus Sunda Bali akan tetap bersinergi untuk menjaga Bali agar tetap aman, damai, dan Sejahtera,’’ ujarnya.

Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Anumana, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan atas terlaksananya kegiatan tatap muka dan dijadikan acara dialog untuk mendeteksi dini terhadap persoalan. Tidak hanya keamanan dan ketertiban di Kota Denpasar tetapi juga menjalin persaudaraan melalui seni dan budaya masing-masing etnis.

Sementara itu, Ketua FPK Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan bahwa silaturahmi antarpaguyuban penting dilaksanakan agar mempererat persaudaraan dan bisa mengkomunikasikan persoalan yang dihadapi. Selanjutnya persoalan yang dihadapi akan disampaikan ke Wali Kota Denpasar dengan harapan dapat difasilitasi untuk kemanfaatan bersama. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses