Angka Kebocoran Air PDAM Bangli Capai 25,62 Persen

PEKERJA memperbaiki pipa air Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli. Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli mencatat angka kebocoran air mencapai 25,62% pada 2025, melampaui ambang batas maksimal 20% yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum. Foto: ist
PEKERJA memperbaiki pipa air Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli. Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli mencatat angka kebocoran air mencapai 25,62% pada 2025, melampaui ambang batas maksimal 20% yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Angka kebocoran air Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli mencapai 25,62% pada 2025, melampaui ambang batas maksimal 20% yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum. Tingginya kehilangan air tersebut salah satunya disebabkan kondisi jaringan pipa yang  berusia puluhan tahun, dan rawan mengalami kebocoran.

Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, I Wayan Gunawan, mengatakan, angka kebocoran tersebut masih menjadi persoalan yang harus ditangani perusahaan. Pasalnya, jaringan pipa yang digunakan sebagian telah terpasang sejak 1970-an.

Read More

“Kalau mengacu ketentuan dari Kementerian Pekerjaan Umum, ambang batas maksimal kebocoran 20%. Sementara pada 2025 angka kebocoran mencapai 25,62%,” kata Gunawan, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, kebocoran paling sering terjadi pada jaringan pipa di wilayah perkotaan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari usia jaringan yang sudah cukup tua. “Pipa jenis ACV yang kita manfaatkan sekarang ini sudah terpasang sejak tahun 1970-an, sehingga rawan sekali bocor,” ungkapnya.

Gunawan menguraikan, hampir setiap hari petugas menangani kebocoran jaringan. Untuk menghindari gangguan terhadap pelayanan pelanggan, perbaikan umumnya dilakukan pada malam hari saat penggunaan air lebih rendah.

Selain meminimalisir gangguan pelayanan, kondisi malam hari juga memudahkan petugas mendeteksi titik kebocoran, karena tekanan dan penggunaan air oleh pelanggan lebih rendah. “Bisa sampai dini hari teknisi memperbaiki kebocoran, dan itu sering kita lakukan,” ulasnya.

Dalam mendeteksi kebocoran, PDAM Bangli masih menggunakan sejumlah metode, termasuk pemeriksaan secara manual dengan pola penutupan jaringan per segmen. Petugas juga memanfaatkan manometer untuk memantau tekanan air pada jaringan.

Selain itu, PDAM mulai menerapkan konsep District Meter Area (DMA). Melalui konsep tersebut, jaringan distribusi dibagi menjadi sejumlah wilayah dengan pola aliran yang lebih terukur, sehingga volume air yang masuk dan keluar dapat dipantau.

Gunawan mengakui tingginya tingkat kehilangan air turut berdampak terhadap pendapatan perusahaan. Air yang telah didistribusikan tetapi hilang sebelum sampai kepada pelanggan tidak dapat menjadi pendapatan.

Di sisi lain, kehilangan air juga berdampak terhadap pelanggan. Volume air yang diterima pelanggan dapat berkurang akibat kehilangan pada jaringan, terutama pelanggan yang berada di wilayah dengan posisi lebih tinggi. “Pelanggan yang posisinya lebih tinggi juga bisa mendapatkan air lebih kecil,” ungkap Gunawan.

Menurutnya, salah satu langkah untuk meminimalisasi kebocoran adalah melakukan peremajaan jaringan pipa. Namun, upaya tersebut membutuhkan investasi cukup besar karena seluruh jaringan pipa yang sudah tua tidak dapat diganti sekaligus. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.