Anggaran Corona di Bangli Sudah Terserap Rp28 Miliar, Dapat Suntikan Rp3 Miliar dari Pemprov Bali

  • Whatsapp
Foto: I KETUT RIANG I Ketut Riang. Foto: gia
Foto: I KETUT RIANG I Ketut Riang. Foto: gia

BANGLI – Dari Rp40 miliar anggaran yang disiapkan Kabupaten Bangli untuk penanggulangan penyebaran Covid-19, sampai saat ini anggaran yang sudah terserap mencapai Rp 28 miliar. Namun dengan adanya tren meningkatkan kembali jumlah kasus Corona (Covid-19) di Bangli, dikhawatirkan anggaran tersebut bisa saja akan ludes.

‘’Mudah-mudahan saja tidak terjadi peningkatan kasus lagi. Sebab, sampai tanggal 17 Juni 2020, dari Rp40 miliar anggaran untuk penanggulangan Covid-19 yang sudah terserap sudah mencapai Rp28 miliar lebih,” ungkap Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli, I Ketut Riang saat dikonfirmasi Rabu (1/7).

Bacaan Lainnya

Disampaikan, serapan anggaran sebesar Rp28 miliar tersebut lebih banyak untuk kesehatan, seperti pengadaan APD, penyanitasi tangan (hand sanitizer), penyemprotan, tes cepat (rapid test) dan sebagainya. ‘’Paling banyak untuk Kesehatan. Selanjutnya untuk bantuan jaring pengaman sosial, semisal untuk dapur umum, pembagian sembako bagi masyarakat yang dikarantina. Itu yang banyak,” jelasnya.

Selain itu, untuk pemulihan ekonomi ada beberapa untuk subsidi seperti subsidi PDAM sebesar Rp1,3 miliar lebih. Hal ini, menyusul adanya kebijakan bagi pengguna PDAM dengan batas maksimal 10 kubik yang non PNS, selama tiga bulan dibebaskan dari tarif. “Kebijakan itu, sudah jalan mulai sebulan lalu,” jelasnya.

Baca juga :  Pasien Covid-19 Sembuh di Bali Bertambah 200 Orang

Lanjut dia, ada lagi beberapa proposal yang juga telah masuk dan kini masih dalam proses. Salah satunya dari Disperindag Bangli, untuk menambah kelengkapan yang kurang di pasar-pasar untuk menjalankan protokol kesehatan. “Tapi itu masih dalam proses. Uangnya belum cair, karena masih ada berkas yang perlu dilengkapi. Nilainya sekitar Rp100 juta,’’ jelasnya.

Dengan tingginya serapan anggaran penanggulangan Covid-19 tersebut, Ketut Riang berharap, tidak lagi ada peningkatan kasus. Mengingat kemampuan Pemkab Bangli sangat terbatas. Lanjut dia, pagu sebesar Rp40 miliar tersebut, Rp37 miliar merupakan hasil penyisiran sejumlah kegiatan di masing-masing OPD. Sementara Rp3 miliar merupakan bantuan dari Pemprov Bali.

‘’Mudah-mudahan dengan kondisi sekarang, realisasinya tidak sampai melebihi pagu yang ada. Nanti bisa repot kita dimana kita mencarikan uangnya. Mudah-mudahan itu tidak habis. Kita khawatir juga dengan terus adanya peningkatan kasus saat ini,” ujarnya.

Sementara Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, menyampaikan, Tim kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangli telah melakukan tes cepat terhadap enam kontak erat di Dinas PUPR Perkim Bangli, Rabu kemarin. Upaya tersebut dilakukan pasca ditemukan seorang ASN dinas setempat yang diketahui positif Covid-19, dan merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dari hasil tes cepat yang dilakukan, seluruhnya dinyatakan non reaktif. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.