50 Persen Akomodasi Wisata di Nusa Penida Belum Berizin

  • Whatsapp
Foto : SOSIALISASI IMB BUPATI Suwirta menyosialisasikan IMB Sementara atau izin bersyarat di Nusa Lembongan dan Jungutbatu, pada Sabtu (27/6). Foto: ist
Foto : SOSIALISASI IMB BUPATI Suwirta menyosialisasikan IMB Sementara atau izin bersyarat di Nusa Lembongan dan Jungutbatu, pada Sabtu (27/6). Foto: ist

KLUNGKUNG – Pemkab Klungkung menyosialisasikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Sementara atau izin bersyarat kepada 192 penyedia akomodasi wisata di Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu, Nusa Penida, dalam dua hari, Sabtu (27/6) dan Minggu (28/6). Sosialisasi digelar dalam dua sesi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di Lapangan Futsal Lembongan, Nusa Penida, Klungkung.

Dalam kesempatan itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memaparkan kondisi pembangunan akomodasi wisata di Pulau Lembongan, Nusa Penisa. Menurutnya, saat ini sekitar 50 persen akomodasi wisata di Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu belum memiliki izin.

Walaupun belum berizin, banyak penyedia akomodasi wisata yang sudah membangun dan beroperasi, meski bangunannya melanggar sempadan, pantai, jalan dan tebing. ‘’Pemkab Klungkung mengambil kebijakan dengan menerbitkan IMB Sementara atau izin bersyarat bagi penyedia akomodasi wisata agar nantinya tidak terjadi permasalahan di kemudian hari,’’ jelasnya.

Baca juga :  Ciptakan Pariwisata Denpasar Aman Covid-19, Disparda Terapkan Sertifikasi Protokol Kesehatan

IMB Sementara itu akan diterbitkan jika status tanah atau kepemilikan jelas. IMB Sementara pun berlaku selama 10 tahun dan bisa diperpanjang dengan ketentuan pemilik tidak boleh melakukan perubahan pada bangunan yang sudah berdiri.

Suwirta berharap situasi pandemi seperti saat ini bisa dimanfaatkan untuk mengurus segala perizinan tersebut. Jika terjadi kendala, dinas terkait akan membimbing dan mengarahkan agar ijin tersebut bisa diterbitkan. ‘’Mari manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Harapan saya setelah sosialisasi ini, para penyedia akomodasi wisata bisa langsung mendaftarkan atau mengurus segala perijinan yang diperlukan, terlebih saat ini pengurusan izin sudah bisa dilakukan secara daring,’’ harapnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Klungkung, I Made Sudiarka Jaya, mengatakan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sangat penting diperhatikan karena sebagai dasar sebelum mendirikan bangunan. Hal ini dilakukan agar nantinya tidak ada permasalahan di saat mendirikan bangunan baik perumahan, balai banjar maupun hotel dan restauran. ‘’Sebelum membangun urus izin terlebih dahulu agar nantinya tidak ada permasalahan yang terjadi,’’ tambahnya.

Baca juga :  Gunung Merapi Meletus dengan Tinggi Asap 5.000 Meter

Menurut Sudiarka Jaya, pembuatan IMB Sementara atau izin bersyarat dikenakan retribusi seusai dengan Perda Kabupaten Klungkung Nomor 14 tahun 2013 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Syarat dalam pengurusan izin ini sama seperti syarat IMB Permanen.

Bagi pelaku pariwisata atau penyedia akomodasi wisata setelah mendapat IMB juga harus dilanjutkan dengan mengurus Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Semua perizinan sudah bisa diurus secara daring dan syaratnya bisa diakses melalui link bit.ly/IMBS20. 022

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.