BANGLI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; didampingi Kabid Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangli, I Made Widana, menandatangani dan menyerahkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bantuan untuk 22 subak di empat kelurahan di Kecamatan Bangli. Acara dilangsungkan di pendopo rumah jabatan Bupati, Rabu (2/11/2022).
Made Widana dalam laporannya menyampaikan, bantuan hibah setiap tahun rutin diberikan kepada subak dan subak abian di semua kelurahan di Kecamatan Bangli. Hibah dari dana BKK Provinsi Bali dikucurkan bagi 22 subak dengan nilai nominal Rp10 juta untuk masing-masing subak.
“Dana dapat digunakan sebagai dana operasional subak, baik itu untuk upakara dan kegiatan lainnya, sesuai dengan juknis yang ditentukan Provinsi,” jelasnya.
Melalui bantuan hibah itu, dia berharap subak dapat menjadi lebih mandiri dalam pengelolaan subak, sesuai dengan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali di Kabupaten Bangli, menuju Bangli Era Baru. Intinya, bagaimana subak mampu menjaga dan melestarikan subak sebagai organisasi warisan para leluhur.
Sedana Arta dalam sambutannya memaparkan, saat ini Bangli sedang merancang RTRW Kabupaten Bangli yang ada hubungannya dengan subak. Subak adalah organisasi tertua di Bali yang merupakan warisan para leluhur, yang sangat erat hubungannya dengan kebutuhan pokok masyarakat. ”Bagaimanapun peran subak ini sangat penting sekali, tentu kita akan sangat memperhatikan eksistensi subak di Bangli,” janjinya.
Dia menambahkan, dalam situasi cuaca ekstrem seperti saat ini, peran subak sangat dibutuhkan dalam gotong royong memelihara saluran- saluran air sawah di masing-masing subak. Tujuannya agar tidak terjadi banjir dan longsor saat musim hujan. Peran subak juga sangat dibutuhkan dalam pemeliharaan jalan raya.
Untuk itu dia menegaskan agar tidak ada lagi warga subak menanam rumput gajah di pinggir jalan raya, yang dapat mengakibatkan kerusakan jalan.
“Semangat gotong royong subak harus ditingkatkan lagi, Pemerintah Kabupaten Bangli pasti akan selalu hadir, tapi akan lebih baik lagi bila dikerjakan secara bersama dengan sistem gotong royong,” pesannya.
Salah satu perwakilan penerima hibah, Ketut Suta Wiguna selaku Kelian Subak Gede Sidembunut, mengucapkan terima kasih atas bantuan hibah dari Pemkab Bangli. Wiguna berharap di zaman globalisasi ini, Pemkab agar lebih memperhatikan keberadaan subak. Melalui subak, dia berjanji selalu mendukung program Pemkab Bangli. gia























