DENPASAR – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMAN 1 Denpasar dihentikan sementara mulai, Rabu (26/1) menyusul 15 siswa kelas X terpapar Covid-19. Tak hanya itu, di SMAN 7 Denpasar juga dikabarkan salah satu kelasnya kembali belajar daring, karena tiga orang siswa di sekolah ini terpapar Corona.
Dari pantauan di lapangan, pintu gerbang SMAN 1 Denpasar yang beken dengan nama Smansa itu digembok, sedangkan di SMAN 7 Denpasar masih terlihat berjalan normal. Karena di sekolah itu, PTM dihentikan sementara hanya satu kelas.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Provinsi Bali di bawah koordinator Wayan Sukarmaja turun ke sekolah tersebut. Hasilnya, untuk di Smansa diketahui 15 siswa positif Covid-19, dan saat ini masih menunggu hasil tes 11 siswa lainnya. Sementara di SMAN 7 Denpasar, hanya satu kelas yang ditutup. Tak hanya itu, TRC juga memantau dua sekolah lainnya. Yakni SMK PGRI 3 Denpasar, dan SMAN 2 Denpasar.
Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, mengungkapkan, protokol kesehatan di sekolah tersebut telah berjalan dengan sangat disiplin dan ketat.Ia menduga dipicu karena kelalaian dari anak. Artinya terpapar di luar kemudian dibawa ke sekolah. ‘’Sekolah sendiri kecolongan, sehingga tersebar di sekolah itu,’’ ujarnya.
Dikatakan, di tengah situasi melandai harus tetap waspada. Tidak mengabaikan prosedur protokol kesehatan. ‘’Dari pantauan TRC kami yang turun langsung ke lapangan, semua sekolah sudah menjalankan prokes dengan sangat baik. Khususnya SMK PGRI 3 Denpasar yang menurut laporan, yang paling baik menerapkan prokes. Saya harap ini bisa dijadikan contoh,’’ sebutnya.
Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin, menyampaikan, PTM disetop sementara di sekolah yang ada kasus positif. ‘’Pembelajaran dilakukan secara dalam jaringan (daring) dalam jangka waktu 14 hari ke depan, sesuai dengan SKB 4 Menteri,’’ ujarnya seraya mengatakan, untuk mencegah omicron masuk Bali, konsisten memperketat semua pintu masuk.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, IKN Boy Jayawibawa, menyampaikan, untuk menghindari penularan, sekolah yang terletak di kawasan Kreneng, Denpasar itu ditutup selama 14 hari. Pembelajaran dialihkan kembali secara daring.
Siswa yang terpapar di SMAN 1 Denpasar berasal dari kelas X dan dalam satu ruangan kelas. ‘’Mulai hari ini sistem belajar mengajar dilaksanakan secara daring, supaya jangan sampai layanan pendidikan itu terganggu hanya karena ada yang terpapar,’’ ungkapnya.
Sampai saat ini, Disdikpora masih melakukan evaluasi terhadap kasus penularan Covid-19 di tingkat satuan pendidikan. Dari pantauan yang dilakukan, sekolah telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kemungkinan, kata Boy, bisa saja penularan terjadi di luar sekolah.
‘’Jadi tidak ada pengaruhnya dengan layanan pendidikan. Hanya dialihkan dari PTM ke daring. Ini akan menjadi pembelajaran bagi sekolah lain agar lebih ketat lagi dalam menerapkan prokes,’’ jelas Boy menandaskan. alt























