10 Bulan, 200 Hektar Lahan Produktif di Karangasem Hangus Terbakar

SELAMA 10 bulan terakhir sejak Januari hingga saat ini, kebakaran lahan produktif milik warga di Karangasem mencapai 200 hektar. Foto: ist
SELAMA 10 bulan terakhir sejak Januari hingga saat ini, kebakaran lahan produktif milik warga di Karangasem mencapai 200 hektar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Selama 10 bulan terakhir sejak Januari hingga saat ini, kebakaran lahan produktif milik warga di Karangasem mencapai 200 hektar. Luas lahan yang terbakar lebih didominasi dari wilayah Kecamatan Kubu, yang selama ini menjadi wilayah paling kering di Karangasem.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem I Made Agus Budiyasa mengatakan hampir 90 persen di antara kebakaran terjadi di Kecamatan Kubu. Wilayah tersebut jadi langganan kebakaran lahan ketika masuk musim kemarau.

Read More

“Kebakaran lahan mulai terjadi sejak pertengahan tahun ini, sampai saat ini masih berpotensi terjadi kebakaran lahan milik warga karena cuaca masih panas. Kami tetap waspada, begitu ada laporan kami langsung menuju ke lokasi kejadian,” kata Budiyasa, Minggu (22/10/2023).

Budiyasa menyebut 200 hektar lahan yang terbakar sampai saat ini merupakan lahan produktif milik warga, berisi tanaman jambu mete, mangga, jati dan yang lainnya. Sementara kebakaran hutan di lereng Gunung Agung tidak termasuk di dalamnya, karena itu merupakan kewenangan dari rencana pengelolaan hutan (RPH) Bali Timur.

Selama melakukan penanganan kebakaran lahan, sebutnya, personel Damkartan Karangasem mengalami beberapa kendala. Selain jarak menuju ke lokasi, terutama di wilayah Kecamatan Kubu, yang lumayan jauh, titik api juga sulit dijangkau kendaraan. Namun, dia mengaku tetap berupaya maksimal menangani supaya api bisa dipadamkan, dan tidak merembet ke bangunan lain seperti permukiman warga, tempat ibadah, dan ternak warga.

Lebih jauh diutarakan, personelnya juga sejak bulan September setiap pagi rutin diberangkatkan ke wilayah Kubu untuk patroli. Hal tersebut sebagai upaya ketika terjadi kebakaran lahan atau yang lainnya bisa cepat mendapat penanganan.

Berdasarkan data yang diperoleh, sejak awal tahun 2023 hingga saat ini, Damkartan Karangasem melakukan penanganan kebakaran sebanyak 98 kali. Termasuk kebakaran rumah, dapur, tempat ibadah dan yang lainnya. Selain penanganan kebakaran, petugas Damkartan juga sering melakukan penanganan ular masuk rumah, evakuasi sarang tawon dan yang lainnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.