Warga Telah Divaksin Tak Perlu Tes Covid-19 Lagi

  • Whatsapp
ILUSTRASI. Kadiskes Bali menyatakan masyarakat yang telah divaksin bakal tidak lagi memerlukan melakukan surat terbebas virus Corona berbasis tes cepat antigen untuk perjalanan darat, dan tes usap untuk perjalanan udara, jika bepergian ke luar Bali. Foto: net
ILUSTRASI. Kadiskes Bali menyatakan masyarakat yang telah divaksin bakal tidak lagi memerlukan melakukan surat terbebas virus Corona berbasis tes cepat antigen untuk perjalanan darat, dan tes usap untuk perjalanan udara, jika bepergian ke luar Bali. Foto: net

DENPASAR – Masyarakat yang telah divaksin bakal tidak lagi memerlukan melakukan surat terbebas virus Corona berbasis tes cepat antigen untuk perjalanan darat, dan tes usap untuk perjalanan udara, jika bepergian ke luar Bali. Kendatipun demikian, Dinas Kesehatan Provinsi Bali masih menunggu kebijakan resmi tersebut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Kemenkes RI akan menerbitkan (sertifikat, red) bagi mereka yang telah selesai mengikuti vaksinasi, salah satunya untuk keperluan perjalanan keluar daerah,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya melalui pesan singkat WhatsApp kepada POS BALI (posmerdeka.com), Jumat (22/1/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga mengingatkan bagi mereka yang telah mengikuti vaksinasi agar tetap menjalankan protokol kesehatan dan juga pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Wajib protokol kesehatan,” singkatnya.

Sementara terkait vaksinasi Covid-19 khususnya untuk tenaga kesehatan (nakes) di Bali, Suarjaya mengatakan bahwa hingga Kamis (21/1/2021), dari jumlah nakes seluruh Bali sebanyak 37.227 nakes yang melakukan registrasi ulang baru sejumlah 20.149 nakes.

“Hingga Kamis, telah divaksin sebanyak 1.994 nakes dengan rincian di Kabupaten Badung sebanyak 852 nakes, Kota Denpasar 708, dan Gianyar 384 nakes,” sebutnya. 

Baca juga :  TC di Jakarta, Skuat Timnas U-19 Indonesia Catatkan Perkembangan Positif

Suarjaya juga menyinggung bahwa mereka yang telah mengikuti vaksinasi, dalam kondisi biasa-biasa saja. “Saat ini belum ada laporan efek samping,” pungkasnya. 

Sementara terkait kebijakan Pemerintah Pusat yang memutuskan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Pulau Jawa dan Bali. 

Dari informasi yang dihimpun POS BALI (posmerdeka.com), Pemprov Bali akan mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE). Sumber menyebutkan, SE tersebut bakal diumumkan pada Minggu, 24 Januari 2021. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.