Terapkan “Booking Online”, Objek Wisata TNBB Batasi Pengunjung

  • Whatsapp
PENERAPAN prokes terhadap pengunjung yang datang ke objek wisata kawasan TNBB di wilayah Buleleng barat. Foto: ist

BULELENG – Objek wisata Taman Nasional Bali Barat (TNBB) telah dibuka kembali untuk tahap uji coba sejak bulan lalu. Sebelumnya, objek wiata ini sempat ditutup sejak Juli karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kepala Balai TNBB, Agus Ngurah Krisna Kepakisan, mengatakan, pihak pengelola sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat hingga aplikasi PeduliLindungi terhadap pengunjung yang datang. “Sudah dibuka mulai 14 September lalu dengan prokes yang ketat,” kata Agus Krisna.

Bacaan Lainnya

Selain menerapkan prokes ketat, uji coba pembukaan kunjungan wisata di kawasan TNBB, juga membatasi kunjungan sebanyak 30 persen dari total kapasitas. Di pintu masuk Labuan Lalang, kuota pengunjung dibatasi hanya 140 orang setiap hari. Di pintu masuk Tegal Bunder 20 orang setiap hari. Selanjutnyadi pintu masuk Banyumandi sebanyak 120 orang setiap hari.

Dan terakhir, di pintu masuk Karangsewu dengan kuota 55 orang per hari. “Kouta jumlah kunjungan ke suatu tempat dibatasi dan harus pakai masker. Dibatasi, ya misalnya ke Pulau Menjangan dalam satu hari 260 orang, Prapat Agung 20 orang. Sarana (prokes) sudah dilengkapi,” papar Agus Krisna.

Baca juga :  Dampak Covid-19, Menaker: Sudah 1,2 Juta Pekerja jadi Korban PHK

Selain itu, pengelola TNBB juga menerapkan sistem booking online bagi pengunjung yang akan datang ke kawasan TNBB yang dikenal sebagai wisata alam satwa liar yang dilindungi ini. Pengunjung diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau dapat menunjukkan bukti sudah divaksin Covid-19.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama dibukanya kawasan wisata TNBBsejak bulan lalu, sudah ada sekitar ratusan pengunjung. Kunjungan ini masih didominasi wisatawan domestik yang per harinya mencapai 20 orang. “Kalau akhir pekan bisa capai 70 orang. Kalau hari biasa paling sampai 10 dan 20 orang. Kalau hari Minggu bisa ada 50 sampai 70 orang,” jelas Agus Krisna.

Jumlah kunjungan ini berbeda jauh jika dibandingkan bila sebelum pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, per tahun kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara mencapai 50 hingga 60 ribu orang. Anjloknya kunjungan berdampak terhadap pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang turun drastis.

“Kalau saat situasi normal bisa mencapai Rp8 miliar setahun. Saat pandemi hanya mencapai sekitar Rp300 juta per tahunnya. Jadi, kalau sekarang (situasi pandemi) masih rendah sekali,” ujar Agus Krisna. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.