Sejak 11 Januari, Denda Tak Pakai Masker di Tabanan Terkumpul Rp12,2 Juta

  • Whatsapp
TIM Yustisi Tabanan saat melakukan operasi yustisi terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Foto: ist
TIM Yustisi Tabanan saat melakukan operasi yustisi terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Foto: ist

TABANAN – Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021. Terkait hal itu, Tim Yustisi Tabanan pun siap melanjutkan pelaksanaan PPKM melalui operasi yustisi terhadap protokol kesehatan (prokes).

Tim yustisi yang dipimpin Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba, merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan BPBD Kabupaten Tabanan. Dalam setiap kegiatan yustisi, juga dibantu petugas dari kecamatan, yang secara intens melakukan sidak guna meminimalkan penyebaran pandemi Covid-19 di masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Setidaknya dalam sehari, Tim Yustisi PPKM Tabanan menurunkan 10 regu ke lapangan. Terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian pagi dan malam. Sesuai data yang ada, dari mulai penerapan PPKM, yakni tanggal 11
Januari hingga saat ini tercatat sedikitnya ada 122 orang dengan sanksi denda karena tidak menggunakan masker. Total sebanyak Rp12,2juta masuk ke Pemkab Tabanan,” kata Sarba.

Saat sidak, lanjutnya, tim yustisi tidak serta merta menindak masyarakat yang melanggar. Yang dikenakan sanksi adalah pelanggar yang benar-benar tidak memakai masker. Bahkan, dalam sidak hampir ribuan masyarakat yang diberi sanksi teguran lisan, dan ratusan orang diberi sanksi teguran fisik seperti melakukan kegiatan sosial
dan push up.

“Kegiatan ini cenderung memberikan edukasi dan sosialisasi guna mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi prokes yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Sarba.

Baca juga :  Bali Karantina 212 Pekerja Migran yang Pulang

Dengan PPKM yang diperpanjang, pihaknya pun terus berlanjut melakukan penindakan, dua kali dalam sehari. Dalam melakukan sidak pelanggaran ini, jelas dia, tujuan utamanya bukanlah semata-mata uang denda, tapi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Tim Yustisi juga terus berupaya mengingatkan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tabanan agar tidak panik, dan selalu menaati anjuran pemerintah untuk disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan di air mengalir dengan sabun, dan menjaga jarak. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.