Raih 2 Emas Wali Kota Cup 2021, Aditya Talenta Muda Denpasar yang Idolakan Kento Momota

  • Whatsapp
KOMANG Aditya Pradnyana Putra (kanan) dan pasangannya Daffa Alvarizzi saat menjuarai nomor ganda putra kelompok anak-anak pada turnamen bulutangkis kelompok umur bertajuk Piala Wali Kota Cup XII tahun 2021. foto: ist

TURNAMEN bulutangkis kelompok umur bertajuk Piala Wali Kota Cup XII tahun 2021 sudah berakhir pada 24 Oktober lalu, dimana Klub atau Persatuan Bulutangkis (PB) Porwaja Denpasar tampil sebagai juara umum dengan 12 keping emas. Jauh mengalahkan pesaingnya yakni klub pesaing seperti PB Anugerah maupun PB Seraya yang hanya mendulang 2 emas.

Dari 12 emas yang diraih PB Porwaja, dua diantaranya disumbangkan bocah bernama I Komang Aditya Pradnyana Putra. Pemain yang akrab disapa Aditya ini meraih emas di nomor tunggal dan ganda putra kelompok anak-anak.

Bacaan Lainnya

Di final nomor tunggal, dia mengalahkan Satwika (PB Tunas Remaja) melalui pertarungan rubber game 21-18, 13-21 dan 21-18. Dan di nomor ganda, Aditya yang berpasangan dengan Daffa Alvarizzi kembali mengalahkan Satwika/Aditya.

Pada even tahunan itu, Aditya juga mencari tantangan lain dengan ikut ambil bagian di kelompok pemula. Tapi perjuangan Aditya hanya berhasil meraih juara ketiga (perunggu) bersama pasangannya Dede. Meski demikian, Aditya tetap mengaku senang dengan raihan prestasinya tersebut.

”Yang pasti, saya senang bisa menyumbangkan dua emas dan 1 perunggu untuk klub (Porwaja). Saya juga sangat menikmati turnamen ini, apalagi lama tak ada pertandingan gara-gara pandemi covid-19,” aku Aditya dalam perbincangannya dengan posmerdeka.com, belum lama ini.

Baca juga :  Apresiasi Kemenangan Timnas U-19, Shin Masih Cari Pemain Tinggi yang Fasih Kuasai Bola
KOMANG Aditya Pradnyana Putra (tengah) menjuarai nomor tunggal putra kelompok anak-anak pada turnamen bulutangkis kelompok umur bertajuk Piala Wali Kota Cup XII tahun 2021. foto: ist

Di usianya yang masih muda 12 tahun, Aditya yang bermain dengan tangan kidal, dinilai punya potensi besar ke depannya, terutama sebagai talenta muda milik Denpasar.

”Postur tubuhnya ideal, cukup tinggi untuk ukuran anak-anak. Ini merupakan modal besar. Pelatih tinggal memolesnya dan terpenting dia (Aditya) juga harus tekun dan semangat berlatih,” kata Marijan, salah satu pelatih PB Porwaja.

Aditya sendiri memang bercita-cita jadi pemain berprestasi ke depannya. Apalagi kedua orang tuanya diakuinya sangat mendukung. ”Pastinya semua pemain muda termasuk saya, ingin meraih prestasi setinggi-tingginya. Makanya saya harus pintar-pintar membagi waktu antara latihan dan sekolah,” kata anak ketiga dari pasutri Made Sutawa dan Kadek Lestari Ningsih ini.

Mungkin karena sama-sama kidal, Aditya mengaku mengidolakan pemain nomor satu dunia di sektor tunggal putra, Kento Momota asal Jepang. Tapi, lucunya untuk level nasional, dia justru mengidolakan pemain ganda campuran Praveen Jordan.

Kenapa tidak idolakan Anthony Ginting atau Jonatan Christie, kan sama-sama pemain tunggal? ”Ndak tahulah, Saya cuma senang aja lihat mainnya Praveen Jordan. Yang paling saya sukai, dia punya smash keras,” akunya polos. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.