Polres Buleleng Bekuk 6 Penyalahguna Narkoba

  • Whatsapp
JAJARAN Polres Buleleng ketika menunjukan barang bukti berupa sabu-sabu dan para tersangka narkoba. foto: rik

BULELENG – Selama Februari 2021, jajaran Satresnarkoba Polres Buleleng, Bali membekuk 6 pelaku penyalahguna narkoba jenis sabu-sabu. Mereka dibekuk polisi di beberapa TKP yang berbeda-beda. Polisi amankan barang bukti puluhan paket sabu-sabu.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP Picha Armedi, mengungkapkan, keenam tersangka diamankan dalam kegiatan Operasi Antik dan dua orang merupakan target operasi. ‘’Total barang bukti 9,64 gram (sabu-sabu), dengan tersangka 6 orang, 1 diduga pengedar,’’ ungkap AKP Picha, Jumat (26/2/2021) di Mapolres Buleleng.

Bacaan Lainnya

Pengedar yang berhasil ditangkap yakni, Egi Inggas Febrino (20) asal Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Minggu (31/1/2021) pukul 14.00 wita di Jalan WR Supratman, Kelurahan Penarukan. Polisi menyita dua bungkusan lakban yang di dalamnya ada sabu-sabu dengan berat kode A 1,04 gram dan Kode B berat 1,05 gram, serta uang tunai Rp50 ribu.

Kemudian sekitar pukul 14.00, polisi menggeledah ke tempat kos pelaku di Jalan Pulau Batam, Kelurahan Banyuning. Di tempat kos pelaku, polisi kembali mengamankan sembilan paket sabu-sabu dengan total berat 5,75 gram, 1 unit timbangan digital, dan barang bukti lainnya berkaitan dengan narkoba.

‘’Kami duga pelaku Egi sebagai pengedar. Kemudian kami lanjutkan juga pengembangan ke tempat tempelan paket sabu-sabu pelaku di pinggir jalan Desa Pemaron dan ditemukan dua bungkusan lakban yang setelah dibuka terdapat yakni masing-masing berisi sabu-sabu,’’ kata AKP Picha.

Baca juga :  Tanggap Bencana, Desa Dauh Puri Kaja Lakukan Ini

Selain menangkap pengedar, polisi juga melakukan penangkapan terhadap tersangka Gede Agus Sanjaya (25) warga Kelurahan Banyuasri, pada Minggu (7/2/2021) pukul 01.00. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti 1,17 gram sabu-sabu dalam satu paket yang diamankan di pinggir jalan Kelurahan Penarukan.

Penangkapan kemudian dilakukan pada Senin (8/2/2021) sekitar pukil 16.00 wita di wilayah Banjar/Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, dengan tersangka Gede Masprayoga (48) warga Desa Musi. Barang bukti berupa 1,16 gram sabu-sabu dalam satu paket. Kemudian penangkapan tersangka Wayan Muliarta (48) dan kadek Primawan (24) warga Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu.

Kedua tersangka ditangkap pada Rabu (10/2/2021) pukul 15.15 wita di dekat Jembatan Pangseg Desa Bengkel, dengan barang bukti tiga paket sabu-sabu masing-masing berat 0,50 gram, 0,51 gram, 0,55 gram.

Selanjutnya polisi melakukan upaya pengembangan, dan menciduk Gede Ariandika (25) pada Rabu (10/2/2021) sekitar pukul 15.50 wita di wilayah Desa Kedis. Tersangka merupakan target operasi (TO). Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti satu buah pipa kaca berisi residu diduga bekas sabu-sabu dengan berat 0,019 gram beserta peralatan untuk menggunakan narkoba.

‘’Ini jaringan yang berbeda-beda, kami akan terus melakukan pengembangan terkait jaringan pengedar atau bandar di wilayah Buleleng termasuk sumber barang juga masih kami kembangkan lagi,’’ jelas AKP Picha.

Sementara itu, tersangka Egy yang diduga sebagai pengedar narkoba ini mengakui, jika barang haram yang disita polisi ini adalah miliknya. ‘’Semua barang itu milik saya. Ya, rencananya memang mau saya jual, harganya relatif,’’ sebut tersangka Egy.

Baca juga :  Ternyata Ini Penyebab Suara Dentuman di Sejumlah Daerah Termasuk Buleleng

Keenam tersangka narkoba ini dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara serta denda paling banyak Rp8 miliar. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.