Perluasan VoA dan Tanpa Karantina Dorong Pertumbuhan Pariwisata, 28 Negara Eropa Berpeluang Masuk Daftar

SEJUMLAH wisman yang baru saja turun dari pesawat sedang menunggu giliran mengikuti pemeriksaan administrasi di Bandara Ngurah Rai. Pemerintah telah memper banyak negara yang menikmati fasilitas VoA sehingga makin banyak wisman yang berkunjung ke Bali. Foto: dok

MANGUPURA – Terhitung sejak Selasa (22/3/2022) tengah malam, kebijakan pemberian Visa On Arrival (VoA) khusus ke Bali diperluas menjadi 42 negara dari sebelumnya hanya 23 negara.

Wisatawan dari sejumlah negara, antara lain, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Belanda, Belgia, dan Brazil masuk dalam daftar negara yang mendapat pemberian VoA. Jika berhasil, 28 negara dari Eropa berpeluang menambah panjang daftar negara tersebut.

Bacaan Lainnya

Perluasan negara tersebut merupakan usulan dari komponen pariwisata Bali. Hal itu berkaca dari evaluasi penerapan kebijakan VoA khusus kunjungan wisata dan tanpa karantina ke Bali untuk 23 negara sebelumnya, yang dinilai berhasil. Untuk mempercepat pemulihan pariwisata, diusulkan lagi tambahan 19 negara, sehingga menjadi 42 negara saat ini.

“Ini dilakukan secara bertahap, melihat situasi dan kondisi kasus pandemi saat ini. Hal itu sekaligus berkaca dari capaian vaksinasi booster yang kini melampaui 30 persen,” ucap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, Rabu (23/3/2022).

Dipaparkannya, kebijakan tersebut terbukti membawa dampak terhadap pergerakan wisatawan internasional ke Bali. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya keberhasilan kebijakan tersebut, jelasnya, terlacak dari ada 19 maskapai internasional mengkonfirmasi kembali terbang ke Bali.

Baca juga :  Buka Lomba Layang-layang, Arya Wibawa Apresiasi Ide Kreatif Anak Muda Kota Denpasar

Tujuh di antaranya sudah mendarat di Bali, yakni Garuda Indonesia, Singapore Airline, Jetstar Asia, Scoot Tigerair, KLM Royal Dutch, Malaysia Airline dan AirAsia Berhad. Sisanya akan datang pada April secara bertahap.

“Qatar, Turkey, Emirates, Virgin air dan yang lain akan datang segera. Mereka mengkonfirmasi akan ke Bali, karena permintaan sudah ada, dan booking sudah ada,” sambungnya.

Selain terhadap penerbangan, ulasnya, manfaat kebijakan itu juga dirasakan pada tingkat hunian hotel yang meningkat meski belum signifikan. Jika semula rerata okupansi hotel hanya pada satu digit, kini beranjak mencapai 25 persen. Kondisi ini disokong oleh wisatawan domestik seiring tidak perlu tes PCR atau antigen lagi jika sudah vaksin lengkap.

Keberhasilan uji coba VoA itu, lanjutnya, didatangkan sejumlah wartawan dan influencer (pemengaruh) dari Australia ke Bali. Pemberitaan mereka menambah kepercayaan warga Australia untuk kembali berwisata ke Bali.

“Jika 19 maskapai ini bisa dioptimalkan agar beroperasi setiap hari, minimal empat ribuan wisman akan datang per hari. Saat ini intensitas penerbangan mereka belum setiap hari, jadi kami harap ini bisa rutin setiap hari,” cetusnya bernada harap.

Perkembangan keadaan akan terus dipantau agar kasus tetap terkendali, di sisi lain ekonomi mulai bangkit. Dia mendaku akan kembali mengusulkan pengajuan tambahan perluasan VoA kepada 28 negara Eropa, khususnya negara yang selama ini mempunyai rute penerbangan ke Bali.

Baca juga :  Rem Blong, Mobil APV Terjun ke Jurang, 1 Tewas, 8 Luka-luka

“VoA ini disesuaikan dengan karakter pangsa pasar Bali. Tapi masih banyak belum, nanti akan kami usulkan lagi sesuai usulan asosiasi, tokoh dan stakeholder,” pungkasnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.