Periksa Sertifikat Vaksin di Objek Wisata Masih Manual

  • Whatsapp
BENDESA Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya. foto: net

KARANGASEM – Beberapa objek wisata di Kabupaten Karangasem mulai mendapat kunjungan wisatawan setelah uji coba pembukaan daerah tujuan wisata (DTW), meski dengan sejumlah aturan yang sangat ketat. Namun, pengelola objek wisata mengaku masih menunggu turunnya aplikasi dari pemerintah untuk penerapan pemeriksaan sertifikat vaksin Covid-19 berbasis aplikasi PeduliLindungi.

Pengelola Museum Lontar di Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem berujar sejumlah wisatawan mulai berdatangan ke museum ini. Malah dalam beberapa hari ke depan juga sudah ada jadwal kunjungan dari wisatawan. Hanya, pengelola masih terkendala dalam pemeriksaan sertifikat vaksin seperti yang diwajibkan dalam SE Gubernur Bali tersebut. Untuk sementara pemeriksaan sertifikat vaksin hanya bisa dilakukan secara manual.

Bacaan Lainnya

“Sementara kami masih menerapkan pemeriksaan sertifikat secara manual untuk wisatawan yang datang, karena masih menunggu barcode (kode batang) dari pemerintah. Kami sudah mengusulkan melalui dinas terkait,” ujar Bendesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya, Minggu (19/9/2021).

Dia berharap penerapan kode batang tersebut bisa segera dilaksanakan, untuk lebih memudahkan pemeriksaan sertifikat vaksin bagi wisatawan. Sebab, pemeriksaan vaksinasi secara manual dianggap kurang efektif. Selain untuk memastikan keasliannya, juga demi kenyamanan wisatawan yang datang karena bisa saja mereka tidak membawa kartu vaksin. nad

Baca juga :  Pelaku Usaha Diminta Patuhi PPKM Darurat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.