DENPASAR – Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) menjalin kerjasama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), guna mengembangkan sport tourism di lima wilayah di tanah air.
Ketua Umum PB MI Sudirman belum lama ini mengatakan, telah mencapai kesepakatan dengan Menperekraf Sandiaga Uno, guna melakukan laga atlet MI di lima lokasi obyek wisata. Lima lokasi itu yakni, Labuan Bajo, NTT, NTB, Bali, Yogya (Prambanan) Danau Toba (Sumut) dan Papua. Daerah lain dapat dikembangkan untuk tujuan yang sama.
Sebagaimana diketahui, olahraga MI di negara asalnya Thailand menjadi suguhan wisatawan di sejumlah obyek wisata. Bahkan di jalan-jalan sering tampil olahraga tersebut baik sebagai ajang prestasi maupun hiburan.
Atas dasar itu, belum lama ini, Sandiaga Uno beserta rombongan dan Ketum MI Sudirman beserta teamnya melakukan jalan santai dari rumah Sandiaga Uno ke Sekretariat MI di komplek Senayan Jakarta.
Sandiaga melihat Sekretariat MI dan sekaligus menawarkan kerjasama melakukan sport tourism di sejumlah obyek wisata. Sudirman pun menyambut baik gagasan tersebut, dan akan dijabarkan dalam Liganas (liga nasional) MI yang sudah rutin berlangsung selama ini.
Ketum PB MI Sudirman dalam Rakernas MI di Makasar akhir pekan lalu mengatakan, kerjasama dengan Menperekraf akan produktif, jika semua Pengprov MI mempersiapkan diri untuk melakukan Liganas.
Ia mengatakan, kerjasama dengan dunia pariwisata tidak hanya di lima lokasi itu. Dapat dikembangkan di daerah lain. Terpenting, tujuannya adalah mendukung pengembangan turisme di tanah air.
Sandiaga Uno ternyata memahami perkembangan olahraga MI, yang juga sering tampil di Thailand sebagai negara yang terkenal sebagai obyek turis dunia. Di negara itu, Muaythai merupakan olahraga yang menarik untuk suguhan kalangan para pelancong.
Dalam rakernas MI Makasar tersebut, Ketua Umum Pengprov MI Bali Made Nariana menyambut baik gagasan itu. Pasalnya Bali, dan sejumlah kabupaten di Bali seperti Badung, Denpasar, Gianyar dan daerah lainnya juga ingin membangun dan mengembangkan sport tourism.
“Kalau kerjasama antara MI dan Menperekraf dapat dilaksanakan dengan efektif, akan menjadi salah satu sarana lain untuk mendukung pembangunan pariwisata tersebut,” kata Nariana yang juga Ketua Umum KONI Badung. (*)






















