Pasien Covid-19 Sembuh di Bali kembali Melonjak, Denpasar Terbanyak

  • Whatsapp

DENPASAR – Setelah beberapa hari jumlahnya selalu di bawah tambahan kasus terkonfirmasi positif baru, kali ini pasien sembuh kembali melonjak lebih dominan dalam perkembangan harian pandemi Covid-19 di Bali.

Berdasarkan rilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Senin (29/3/2021), penambahan pasien sembuh tercatat sebanyak 207 orang, atau berselisih 63 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 144 orang.

Bacaan Lainnya

Kota Denpasar mencatatkan jumlah pasien sembuh terbanyak 74 orang, disusul Badung 24 orang dan Buleleng 14 orang. Dengan demikian, secara kumulatif pasien covid-19 di Bali yang sudah sembuh berjumlah sebanyak 36.774 orang (93,18%) dengan rincian 36.704 WNI dan 70 WNA.

Di sisi lain, Denpasar juga menjadi penyumbang tambahan harian kasus positif baru sebanyak 55 orang, dari 144 yang terkonfirmasi positif di selutuh Bali, dimana 130 orang diantaranya melalui Transmisi Lokal dan 14 PPDN. Secara kumulatif, kasus posiyif covid-19 di Bali sampai saat in berjumlah 39.467 orang (39.377 WNI dan 90 WNA).

Sementara kasus meninggal dunia di hari yang sama tercatat sebanyak 7 orang yang tersebar di empat kabupaten/kota, dengan rincian; Kabupaten Badung 3 orang, Kota Denpasar 2 orang, Klungkung 1 orang dan Tabanan 1 orang.

Baca juga :  Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Sekelompok Massa "Tolak Omnibus Law" di Depan Gedung DPRD Bali

Total pasien covid-19 yang sudah meninggal sejak pandemi, kini menjadi 1.123 orang (2,85%) dengan rincian 1.119 WNI dan 4 WNA. Sedangkan pasien covid-19 yang masih dalam perawatan (kasus aktif), kini berjumlah 1.570 orang (3,98%).

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.