Munculkan Wisata Kearifan Lokal, Bupati Sanjaya Dukung Dewi Gunung Salak Festival 2022

BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menggoreskan cat warna ke kanvas, sebagai tanda pembukaan Dewi Gunung Salak Festival 2022, Jumat (2/12/2022). Foto: ist

TABANAN – Nata Loka Kemetug Banjar Kanciana, Desa Gunung Salak, Seltim, menggelar Dewi Gunung Salak Festival 2022 sebagai ajang promosi pariwisata. Festival yang menampilkan potensi budaya dan kearifan lokal itu, dibuka Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Jumat (2/12/2022).

Sanjaya mengucap syukur memiliki desa adat maupun desa dinas yang tidak pernah menyerah dengan keadaan. Juga merumuskan berbagai langkah fundamental, guna mendorong geliat ekonomi dan gerak hidup masyarakat secara holistic. Di antaranya menginisiasi berbagai even pariwisata maupun UMKM, dengan mengangkat potensi-potensi yang ada di daerah sekitar.

Read More

“Dewi Gunung Salak Festival 2022 di Desa Gunung Salak, ini luar biasa. Selain dipandang akan mampu berkontribusi bagi perekonomian masyarakat, namun juga jadi bukti bahwa sinergitas yang dibangun bersama berbagai pemangku kepentingan bisa berjalan dengan baik. Bukan hanya akan memberikan benefit kepada masyarakat Gunung Salak, tetapi juga masyarakat di sekitar,” ujar Sanjaya, seraya berharap agar even ini terus berlanjut sampai jadi even internasional.

Untuk membangkitkan dan memunculkan semua potensi yang ada di 133 desa di Kabupaten Tabanan, dia juga minta kepada seluruh jajaran agar melakukan langkah-langkah sistematis, guna membuat even tahunan yang mampu memberikan informasi utuh kepada para wisatawan. Selalu memberikan pendampingan untuk desa, dan menjabarkan semua potensi apapun melalui kegiatan.

Sementara Ketua Panitia Festival, AA Putu Ari Wiratama, mengatakan bahwa festival ini akan dilaksanakan selama dua hari sampai dengan 3 Desember 2022. Puncak festival pun ditandai dengan pesta rakyat. “Tujuan penyelenggaraan Dewi Gunung Salak Festival ini adalah untuk mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal kami, sehingga mulai dikenal oleh tamu-tamu, baik lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

Di samping itu, ajang ini juga dipakai sebagai suatu ajang tolak ukur di desa, untuk selanjutnya membuat even yang lebih besar. “Dewi Gunung Salak Festival ini juga kami pakai sebagai ajang test key kami di desa, untuk kemudian menyelenggarakan even yang lebih besar setiap tahun, akan kami adakan sebagai kalender musiman,” imbuh Ari. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.