MO Besakih Berharap Penataan Hadirkan Suasana Baru

MANAJEMEN Operasional (MO) Besakih melangsungkan media gathering (riung media) di Menanga, Rendang, Karangasem, Minggu (21/8/2022). Foto: ist

KARANGASEM – Manajemen Operasional (MO) Besakih melangsungkan media gathering (riung media) di Menanga, Rendang, Karangasem, Minggu (21/8/2022). Pertemuan dilakukan untuk menjelaskan pengelolaan kawasan Besakih, termasuk penataan kawasan Pura Besakih yang saat ini sedang digarap Pemprov Bali.

Plt MO Besakih, I Gusti Bagus Kariawan, mengatakan, sebetulnya Besakih saat ini dikelola Badan Pengelola Kawasan Pura Agung Besakih. Badan ini dibentuk sebagai upaya pengelola di lingkungan kawasan Pura Agung Besakih.

Read More

Pemprov Bali yang menentukan regulasinya, sehingga organisasi ini dimotori Pemprov Bai dan Pemkab Karangasem, serta didukung pemerintah kabupaten/kota seluruh Bali.

Terkait hal itu, jelasnya, yang bertugas di Besakih tentu mempunyai tanggung jawab atas apa yang dikerjakan. Sebelum ada MO, sekitar tahun 1970-an, kata dia, Besakih sudah dikunjungi wisatawan. Namun, tata kelolanya tidak sesuai.

Desa adat, jelasnya, ingin supaya hasil parkir ada masuk ke pura desa adat besakih. Maka tahun 2016 terbit Perbup Karangasem Nomor 51 tahun 2015 tentang Tata Kelola Pura Besakih.

Desa Adat Besakih melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten, dengan kesepakatan hasil dibagi 25 persen ke Pemkab, 25 persen untuk Desa Adat Besakih, dan 50 persen untuk Pura Agung Besakih.

“Astungkara setelah dibentuknya badan pengelola, semua permasalahan sosial lambat laun bisa dibenahi walaupun belum maksimal. Sebelum ada pengelola, hampir tidak ada perhatian sama sekali,” ungkapnya.

Pembiaran terhadap kondisi yang kurang bagus sebelumnya, disebut memantik persoalan sosial. Setelah ada MO, apa yang kurang pas kemudian dibenahi, meskipun menghadirkan rasa tidak puas bagi mereka yang melakukan aktivitas di kawasan terlarang. Sebab, kegiatan usahanya dibatasi, begitu juga perilakunya kepada wisatawan dan pemedek.

Terkait program Pemprov Bali untuk pelindungan kawasan suci Besakih yang selesai dibangun tahun ini, dia menyebut sedang dibangun gedung parkir mobil, gedung parkir khusus sepeda motor, gedung film untuk memutar informasi tentang Besakih, ada kantor manajemen, didukung puskesmas tingkat nasional, dan penataan margi agung Besakih. “Kami harapkan tidak ada lagi bangunan pedagang yang tidak sedap dipandang,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.