Masa Depan Atlet Tidak Suram, Menpora Langsung Siapkan Pelatnas Olimpiade 2028

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan mulai tahun ini (2026), pemerintah mempersiapkan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) bagi cabang olahraga unggulan untuk menghadapi Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.

“Kita tahu beberapa cabang unggulan seperti angkat besi, panjat tebing, bulutangkis, panahan, kita akan mulai persiapkan yang namanya Pelatnas-nya mulai tahun ini. Jadi tidak lagi 6 bulan sebelumnya, tapi tahun 2026 ini,” ujar Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Read More

Ia menyebut rencana Pelatnas Olimpiade 2028 itu telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, persiapan sejak dini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam meningkatkan kesiapan atlet Indonesia guna menghadapi ajang olahraga terbesar dunia itu.

Pada bagian lain, Erick Thohir juga menyebutkan, pemberian bonus kepada atlet peraih medali pada ajang Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi bukti bahwa masa depan atlet Indonesia tidak suram.

“Ini hal yang luar biasa. Saya rasa stigma-stigma bahwa masa depan atlet itu suram tidak benar,” kata Erick usai acara penyerahan penghargaan dan bonus atlet peraih medali Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, di Istana Kepresidenan.

Erick mengatakan Presiden Prabowo memberikan bonus sebesar Rp3 miliar kepada atlet peraih medali emas perorangan, Rp2,4 miliar untuk nomor ganda, dan Rp1,5 miliar untuk nomor beregu.

Menurut Menpora, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan atlet dan ofisial yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia.

Erick mengatakan bonus tersebut langsung ditransfer oleh Kementerian Keuangan ke rekening masing-masing atlet. “Pak Menkeu langsung mentransfer tadi pagi dan kemarin, dan saya yakin dari panjat tebing, dari angkat besi, dari bulu tangkis, para cabor ketuanya sudah mengecek langsung,” ucapnya, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Ia menambahkan pemerintah juga memberikan edukasi literasi keuangan agar atlet dapat mengelola bonus yang diterima, termasuk dengan menabung untuk masa depan. “Dan ini bagian bagaimana tadi pagi alhamdulillah kami juga membangun financial literacy kepada para atlet untuk tadi, ini ditabung buat masa depan mereka,” ujarnya.

Erick mengatakan total anggaran bonus yang diberikan mencapai Rp158,3 miliar, terdiri atas Rp61,1 miliar untuk atlet Asian Games dan Rp97,2 miliar untuk atlet Asian Para Games.”Maksud dan tujuan Bapak Presiden mengapresiasi perjuangan para atlet Asian Games dan atlet Para Games mengibarkan bendera di Asia,” kata Erick.

Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia mendapatkan 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Indonesia menempati peringkat ke-16 klasemen dan melampaui target empat emas.

Sedangkan pada ajang Asian Para Games 2026, Indonesia membawa pulang 73 medali, terdiri dari 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Capaian itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 klasemen dan melampaui target tujuh emas.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengatakan pemerintah menaruh perhatian lebih terhadap sejumlah cabang olahraga dalam program pembinaan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Menurut Taufik, peningkatan perhatian diperlukan karena pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan, terlebih persaingan menuju Olimpiade 2028 makin ketat.

Ia mengatakan dukungan pemerintah harus mencakup kebutuhan yang berkaitan dengan peningkatan performa atlet, mulai dari program latihan, keikutsertaan dalam pertandingan, hingga berbagai aspek penunjang. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.