Bonus Ubah Nasib Atlet, Yenny Wahid Belum Puas Hasil Asian Games 2026

ATLET panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi turun dari trek, usai menjadi yang tercepat pada final nomor speed putri Asian Games 2026 di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (30/9/2026). Desak Rita berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 6,062 detik. foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Yenny Wahid menyebut bonus dari pemerintah telah mengubah nasib banyak atlet sekaligus menjadi motivasi besar bagi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan.

“Ini penting ya, karena banyak sekali yang nasibnya berubah karena bonus dari pemerintah,” ujar Yenny di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Read More

Yenny hadir di Istana untuk menghadiri penyerahan bonus dari Presiden Prabowo Subianto kepada atlet peraih medali Asian Games dan Asian Para Games 2026.

Ia bersyukur pemerintah memberi perhatian kepada para atlet. Menurut dia, bonus itu mendorong atlet untuk terus mengasah keterampilan dan kemampuan mereka. “Mereka tahu bahwa kalau mereka sangat serius melakukan latihan dan lain sebagainya, reward-nya atau hadiahnya juga maksimal,” tutur Yenny.

Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, panjat tebing menyumbang satu medali emas dari nomor speed putri melalui atlet asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Desak Rita juga memecahkan rekor Asian Games.

Namun demikian, Yenny Wahid menilai capaian panjat tebing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 belum memuaskan meski menyumbang satu emas karena target semula tiga medali. “Tentu belum memuaskan, walaupun kita bersyukur,” ujar Yenny, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Yenny mengatakan FPTI sebelumnya menargetkan satu emas lagi dari nomor speed putra dan satu medali dari nomor lead putra. Namun pada nomor speed putra, atlet asal Jawa Tengah Aditya Tri Syahria didiskualifikasi karena curi start (false start) pada partai final. “Padahal kalau dia tanding, mungkin dia yang dapat medali emas. Itu memang kita nangis semualah waktu itu,” kata Yenny.

Adapun di nomor lead putra, FPTI berharap atlet asal Jawa Timur Putra Tri Ramadani dapat menyumbang medali walaupun bukan emas. Namun Putra hanya berakhir di peringkat lima dalam kompetisi multicabang olahraga di Jepang tersebut. “Itulah kadang-kadang olahraga, walaupun tercepat, walaupun mungkin paling bisa secara skill, tapi ada faktor luck juga,” pungkas Yenny. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.