Lagi, Harga Telur Ayam Merangkak Naik

PETERNAK ayam petelur di Bangli saat ini lumayan semringah. Harga telur ayam meroket merambat naik sejak dua pekan lalu, dengan kenaikan berkisar Rp4.000 per tray. Foto: ist
PETERNAK ayam petelur di Bangli saat ini lumayan semringah. Harga telur ayam meroket merambat naik sejak dua pekan lalu, dengan kenaikan berkisar Rp4.000 per tray. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Para peternak ayam petelur di Bangli saat ini lumayan semringah. Harga telur ayam meroket merambat naik sejak dua pekan lalu, dengan kenaikan berkisar Rp4.000 per tray.

Salah satu peternak ayam petelur, I Dewa Gede Cerita, menuturkan, kenaikan harga kemungkinan karena permintaan pasar cukup tinggi. “Saat ini kenaikan berkisar Rp4.000 per tray, kemungkinan harga merangkak naik lagi,” ujarnya, Minggu (4/6/2023).

Read More

Peternak asal Banjar Kebon, Desa Sulahan, Kecamatan Susut itu mengatakan, sebelumnya harga telur ukuran besar (TB) sekitar Rp54 ribu per tray naik, kini Rp58 ribu per tray . Telur ukuran kecil (TK) harga sebelumnya Rp50 ribu per tray, naik menjadi Rp52 ribu per tray. “Harga ini di tingkat peternak, kalau harga pasaran tentu lebih tinggi,” jelasnya.

Hanya, naiknya harga telur juga dibarengi dengan kenaikan harga beberapa jenis pakan ayam. Misalnya jagung, sebelumnya hanya Rp4.000 per kilogram, naik menjadi Rp4.200 per kilogram. Harga jagung merangkak naik diduga karena musim panen di daerah pemasok jagung telah berakhir, sedangkan permintaan masih cukup tinggi. ”Biasanya jagung didatangkan dari daerah NTB,” sambungnya.

Ni Nyoman Sayang, peternak ayam petelur di Banjar Juukbali, Desa Susut, Bangli mengakui harga telur ayam cukup membuat para peternak bisa sedikit bernapas lega. Namun, nilai labanya tidak terlalu menggembirakan akibat harga pakan juga ikut naik. Telur super per krat dihargai Rp59 ribu, telur tanggung besar (TB) Rp58 ribu, dan ukuran tanggung kecil (TK) dibandrol Rp52 ribu per krat.

Dia mengatakan, dengan harga telur yang sekarang ini, pihaknya sudah mampu mendapat sedikit keuntungan. Sebab, kalau harganya di bawah ini, pihaknya tidak bisa mendapat keuntungan. Apalagi, ditambah biaya pakan yang semakin naik, sehingga dengan harga yang dibawah ini hanya cukup untuk menutupi biaya operasional saja.  “Sebelumnya sempat harga telurnya merosot kisaran Rp 48 -50 ribu. Tapi sekarang harga telur kembali naik. Saya harap kondisi ini dapat terus bertahan,”katanya.

Meski keuntungan relatif tipis, dia mendaku cukup senang karena mampu menggaji seluruh karyawannya. Jika harga telur merosot, dia niscaya kesulitan menggaji karyawannya. “Kalau saat harga anjlok, karena tidak dapat untung, saya kelimpungan cari uang untuk menggaji mereka,” kisahnya memungkasi. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.