Koster Kagumi Kemampuan Peserta Cerdas Cermat Susastra Bali, PDIP Bali Konsisten Rawat Kearifan Lokal

KOSTER foto bersama peserta tingkat SMP Cerdas Cermat Susastra Bali yang diadakan DPD PDIP Bali, Rabu (14/6/2023). Foto: hen
KOSTER foto bersama peserta tingkat SMP Cerdas Cermat Susastra Bali yang diadakan DPD PDIP Bali, Rabu (14/6/2023). Foto: hen

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – “Saya aja kayaknya nggak bisa jawab tuh,” celoteh Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, cekikikan sembari menuruni tangga aula DPD PDIP Bali, Rabu (14/6/2023). Komentar itu muncul karena menyimak bobot pertanyaan soal dewan juri lomba Cerdas Cermat Susastra Bali, untuk tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, yang dilangsungkan partainya.

“Tapi mereka hebat-hebat, kagum saya,” sambungnya tersenyum, usai menonton dari awal sampai tuntas para siswa SMP unjuk kemampuan.

Read More

Sebelumnya, saat lomba untuk tingkat SMP, SMPN 7 Kintamani (Regu A) mewakili Kabupaten Bangli, SMPN 14 Denpasar (Regu B) menjadi duta Kota Denpasar, dan SMPN 1 Tabanan (Regu C) sebagai utusan Kabupaten Tabanan. Menariknya, semua peserta tingkat SMP kali ini adalah perempuan. Hal lain, karena lomba memakai Bahasa Bali, juri sempat mengoreksi perkenalan siswa yang masih memakai Bahasa Indonesia.

Duduk didampingi anggota DPRD Bali, Ketut Suryadi dan  AAN Adhi Ardhana, Koster terlihat serius menyimak pertanyaan juri dan jawaban peserta. Terutama ketika soal menyangkut arti dan makna visi Nangun Sat Kerti Loka Bali, dengan penjelasan dalam Bahasa Bali. Misalnya apa padanan kata “harmonis” dalam Bahasa Bali? Ketika semua peserta celingukan karena tidak bisa menjawab, juri menyebut kata “adung” atau “anut” sebagai padanan katanya.

“Apa Bahasa Bali untuk mewujudkan?” tanya juri, dan kembali ketiga regu terdiam sampai gong dibunyikan. “Nyekalayang artinya mewujudkan,” jelas juri.

Di ujung lomba, Koster tampak bergembira mendengar jawaban Regu C yang lancar menyampaikan penutup untuk pidato berbahasa Bali. Saking riangnya, dia sampai mengacungkan tangan ke udara memberi semangat. Untuk hasil akhir, SMPN 1 Tabanan meraih poin tertinggi 1.950, disusul SMPN 14 Denpasar dengan 475, dan SMPN 7 Kintamani dengan 350 poin.

Diwawancarai usai lomba, Koster bertutur dulunya sempat berpikir anak-anak sekarang sudah meninggalkan tatanan kehidupan dengan kearifan lokal Bali, aksara Bali, dan Bahasa Bali, susastra Bali. Sebab, mereka mengikuti perkembangan zaman modern dengan berbasis teknologi digital. Belakangan dia sadar hipotesisnya salah.

“Ternyata anak anak masih menguasai kekayaan dan kearifan lokal Bali. Ada aksara, gegendingan, hitung-hitungan, pantun atau puisi Bahasa Bali, luar biasa. Ini menunjukkan, meski mereka modern, tapi masih lekat budayanya,” puji Gubernur Bali itu.

Lomba ini diadakan, jelasnya, didasari kekhawatiran anak muda meninggalkan kearifan lokal Bali. Pula untuk sosialisasi visi Nangun Sat Kerti Loka Bali dengan isi dan kebijakan di dalamnya, agar dipahami dan diikuti anak muda. “Saya bangga dan haru kemampuan anak-anak itu,” imbuhnya dengan mimik serius.

Selain berjanji PDIP Bali akan rutin melaksanakan setiap tahun, dia juga akan mendorong Pemprov Bali membuat lomba sejenis untuk merawat kekayaan dan keunikan di Bali. Untuk kebijakan, Koster mendaku memerintah Kadisdik menguatkan kearifan lokal di sekolah, yang dituangkan dalam kurikulum lokal. Caranya dengan menambah satu jam per minggu kearifan lokal Bali, dengan mengambil topik Sat Kerti.

“Dasarnya, warisan kearifan lokal asli Bali berabad-abad itu Sat Kerti, bukan Tri Hita Karana. Sat Kerti diciutkan jadi Tri Hita Karana,” jelasnya.

Disinggung ada segmen yang semua peserta tidak bisa menjawab, Koster menilai itu terjadi karena level soal terlalu sulit. Namun, buru-buru ditambahkan, itu hanya beberapa saja, selebihnya bisa dijawab. “Saya pikir tidak bisa jawab, ternyata bisa. Nanti saat final saya hadir memberi perhatian (hadiah) khusus, di luar panitia,” janjinya.

Bagaimana dengan peserta SD sebelumnya yang salah menyebut nama Gubernur Bali, Wayan Koster, menjadi I Gusti Wayan Koster? “Itu anu, artinya paling tidak dia tahu Wayan Koster. Kan yang penting sudah tahu Wayan Koster,” sahutnya sembari tergelak. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.