Gubernur Koster Cabut Aturan Ganjil-Genap

  • Whatsapp
GIBERNUR Bali, Wayan Koster. foto: ist

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, mencabut aturan ganjil-genap kendaraan di kawasan wisata Sanur dan Kuta. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Coronavirus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

“Pembatasan arus lalu lintas ganjil-genap dicabut dengan tetap memperhatikan kapasitas keterisian fasilitas parkir,” kata Gubernur Koster saat mengumumkan kebijakan SE tersebut di Gedung Gajah, Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Rabu (6/10/2021).

Bacaan Lainnya

Sementara, hal-hal baru yang mendapat penekanan dalam SE tersebut ialah kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50% sampai dengan Pukul 22.00 Wita, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Untuk kunjungan kelompok masyarakat risiko tinggi, bagi yang berusia diatas 70 tahun tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan, usia di bawah 12 (dua belas) tahun dalam kondisi sehat, dan tidak menunjukkan gejala Covid-19, serta harus didampingi orang tua, ibu hamil diizinkan masuk ke mal setelah mendapatkan vaksinasi 2 kali dengan kondisi badan sehat, tidak menunjukkan gejala Covid-19.

Untuk restoran/rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50 % dan waktu makan maksimal 60 menit. Bioskop di dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan boleh dibuka dengan ketentuan jumlah pengunjung 50% dari kapasitas;m, sedangkan tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup.

Baca juga :  Adnyani Mahayastra Lantik Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua TP PKK Tegallalang Dijabat Laki-laki

Daya Tarik Wisata (DTW) alam, budaya, buatan, spiritual, dan desa wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50% dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada setiap pintu masuk.

Aktivitas keagamaan diizinkan dengan mengatur jumlah petugas dan umat maksimal 50% dari kapasitas atau 50 orang. Resepsi pernikahan diizinkan dengan jumlah tamu maksimal 20 orang pada saat bersamaan. Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara dapat menunjukkan hasil negatif antigen (H-1) dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksinasi dosis pertama. Bukti telah mengikuti vaksinasi ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi.

Dalam kesempatan itu, Wayan Koster juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Bali agar mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat serta bebas Covid-19 dengan 6M. Yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan.

Menggunakan aplikasi PeduliLindungi secara konsisten dalam setiap aktivitas yang rawan kerumunan dan ruang tertutup. Bagi krama Bali yang belum mengikuti vaksinasi suntik ke-1 atau suntik ke-2, terutama krama lanjut usia, komorbid, dan difabel, agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi resiko penularan Covid-19. Bagi Krama Bali yang melakukan kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif agar berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti tracing yang dilaksanakan oleh aparat TNI dan Polri.

Baca juga :  BPD Bali Sumbang Mesin Sampah ke TOSS Center

Bagi krama Bali yang mengalami gejala awal (demam, pilek, batuk, sesak napas, hilang indra penciuman dan perasa) agar segera melakukan testing swab berbasis PCR. Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan agar segera berinisiatif melakukan isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota, dilarang melakukan isolasi mandiri di rumah, agar tidak menular kepada keluarga.

Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke rumah sakit rujukan di wilayah masing-masing guna menghindari terjadinya kondisi yang memburuk dan membahayakan bagi diri sendiri.

“Saya perlu menyampaikan bahwa banyak kasus baru muncul karena belum vaksinasi, banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat melakukan testing swab PCR, baru masuk ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah sehingga sangat membahayakan nyawanya, bahkan tidak bisa diselamatkan ketika mengalami perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Oleh karena itu, Gubernur mengingatkan agar tertib dan disiplin menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga sahabat, menjaga masyarakat, dan menjaga Bali, agar terhindar dari risiko penularan Covid-19. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.