POSMERDEKA.COM, BANGLI – Fraksi Partai Golkar DPRD Bangli mendesak pengaturan jarak (zonasi) yang ketat antara ritel modern dengan pasar rakyat. Dalam sidang paripurna pemandangan umum fraksi, Senin (5/1/2026), Golkar mengingatkan agar pertumbuhan swalayan tidak menggilas kesejahteraan pedagang kecil di pedesaan.
Ida Bagus Santosa yang membacakan pandangan Fraksi Golkar menegaskan, pasar rakyat adalah urat nadi pemasaran produk lokal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kehadiran toko swalayan seringkali menjadi “momok” menakutkan bagi pelaku UMKM dan warung rakyat.
“Perlu pengaturan jarak yang efektif dan langkah strategis dalam Perda ini. Tujuannya agar tercipta iklim persaingan yang berimbang dan sehat, sehingga ritel modern tidak mematikan usaha kecil,” ujar Santosa.
Mengenai perubahan Perda Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Golkar menekankan bahwa air adalah kebutuhan dasar yang wajib dikelola secara profesional dan transparan. Perubahan regulasi harus bermuara pada pelayanan publik yang prima, bukan sekadar urusan administratif.
“Perumda harus menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola yang kuat dan responsif terhadap dinamika kebutuhan air bersih ke depan,” tambahnya.
Secara konstitusional, Golkar menyetujui kedua Raperda tersebut untuk dibahas ke tahap selanjutnya, dengan harapan menghasilkan instrumen pengawasan yang nyata di lapangan. Senada dengan itu, Fraksi Gabungan Restorasi Raya juga menyatakan dukungan penuh, menilai regulasi ini mendesak untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Bangli. gia
























