Dewan Minta Bupati Gianyar Fokus Tangani Covid-19

  • Whatsapp
KETUA Pansus LKPJ Bupati 2019, Ketut Sudarsana, didampingi Sekretaris Pansus, Ni Made Ratnadi. Foto: adi
KETUA Pansus LKPJ Bupati 2019, Ketut Sudarsana, didampingi Sekretaris Pansus, Ni Made Ratnadi. Foto: adi

GIANYAR – Setelah rapat paripurna pengantar Raperda LKPJ Bupati Gianyar beberapa waktu lalu, dewan langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keuangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Gianyar 2019. Sebelum DPRD Gianyar memberikan rekomendasi pada rapat paripurna 27 April mendatang, Pansus LKPJ Bupati menggelar rapat di Gedung DPRD Gianyar, pada Kamis (23/4/2020).

Dalam rapat tersebut, terungkap penurunan pendapatan pada 2020 ini yang diperkirakan mencapai 50 persen lebih. Bahkan sejumlah proyek besar seperti pembangunan RSUD Sanjiwani Gianyar hingga rumah jabatan Bupati Gianyar ditunda.

Ketua Pansus LKPJ Bupati 2019, Ketut Sudarsana, didampingi Sekretaris Pansus, Ni Made Ratnadi, mengatakan, pihaknya sudah membaca LKPJ Bupati Gianyar tahun 2019.  Ia pun sudah membahas laporan tersebut dengan tim pansus. ‘’Dari pembahasan ini harus nyambung dengan kondisi 2020, karena kita tidak bisa bicara pertumbuhan ekonomi dan lainya. Saat dilanda Covid-19 seperti ini, makanya rekomendasi DPRD ada perbaikan untuk tahun berikutnya,’’ ujarnya.

Baca juga :  Gagal Diarak Saat Pengerupukan, Gubernur Koster Siapkan Festival Ogoh-ogoh se-Bali

Sudarsana yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Gianyar mengatakan, tim pansus meminta pada 2020 ini,  Gianyar agar fokus pada sejumlah bidang, seperti bidang ekonomi. Tim pansus meminta agar eksekutif menjalankan proyek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Hal ini sebagai bentuk pengalihan untuk masyarakat yang menganggur. Misal, proyek padat karya, seperti pengerjaan jalan yang mendesak hingga hibah bansos,’’ ujarnya.

Selain itu, eksekutif juga diarahkan untuk membatalkan pembangunan proyek yang nilainya besar. Seperti revitalisasi RSUD Sanjiwani Gianyar hingga pembangunan rumah jabatan Bupati Giayar. Upaya ini dilakukan supaya anggaran bisa dialihkan untuk fokus penanganan Covid-19.

Sementara, sejumlah proyek besar lainya seperti revitalisasi Pasar Umum Gianyar, itu dipertahankan. Mengingat anggaran yang digunakan berupa pinjaman, sehingga tidak bisa dialihkan untuk yang lain. “Revitalisasi Pasar Seni Sukawati juga berlanjut, karena menggunakan anggaran pusat, dan pengerjaan sudah dilaksanakan,’’ ungkap politisi asal Singapadu, Sukawati ini.

Baca juga :  Kapolresta Denpasar Sebut PKM Dukung Pengurangan Gangguan Kamtibmas

Sudarsana juga mengajak Bupati Gianyar, untuk bersama-sama mencari payung hukum memberikan sembako kepada seluruh lapisan masyarakat. Sementara sampai saat ini sesuai ketentuan hukum, pemerintah hanya bisa memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdata tidak mampu.

“Masyarakat yang terdampak langsung (Covid-19) itu jumlahnya cukup besar. Maka itu, kami terus mendesak pemda mencari regulasi dalam urusan pengadaan pangan, karena dalam kondisi ini di bawah semua meminta sembako,’’ ujarnya.

Tim pansus juga meminta Bupati Gianyar agar fokus menangani kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI), terutama kedatangan PMI ilegal yang tidak didata Kemenlu. ‘’Kalau ada PMI yang datang nyelonong ke banjar, itu agar segera ditindak. Dibawa ke Satgas Covid-19 Kabupaten,’’ tegasnya.

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 32 Orang, Positif 23 Orang

Begitu juga dengan APD untuk tenaga medis, harus tetap tersedia. “Termasuk juga proses penyembuhan pasien positif, harus ditangani secara tuntas,’’ pungkasnya. 011

banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 SMK BALI DEWATA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.