BANGLI – Dinas PUPR Perkim Bangli mencatat ada 14 aset jalan yang tersebar di empat kecamatan, rusak akibat dampak bencana hujan deras. Dari jumlah tersebut kerugian aset ditaksir mencapai Rp6,5 miliar lebih.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Lega Suprapto mengatakan, sesuai pendataan, kerusakan aset jalan maupun fasilitas pendukung berada di 14 titik yang tersebar di empat kecamatan di Bangli.
Lebih lanjut Lega Suprapto; didampingi JFTeknik Jalan dan Jembatan, I Wayan Miarsa, menyampaikan dari 14 titik kerusakan terparah terjadi di ruas jalan Bengang-Payuk, Kecamatan Tembuku.
Jalan penghubung kedua dusun tersebut putus, sehingga praktis tidak bisa dilalui. Dari hasil survai badan jalan sepanjang 15 meter dengan lebar 6 meter dengan ketinggian 7 meter amblas. ”Dari hasil kajian untuk perbaikan jalan tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp1,25 miliar,” ujarnya.
Lanjut Lega Suprato hujan lebat juga mengakibatkan bahu jalan Songan-Belandingan, Kecamatan Kintamani ambrol . Untuk sementara jalan masih bisa dilewat kendaraan. Untuk pertahankan badan jalan maka perlu dibuat dinding penahanan tanah (DPT).
”Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembuatan DPT berikut sarana pendukungnya sekitar 1,1 miliar lebih,” jelas birokrat asal Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani ini.
Menurut Lega Suprapto dengan tofografi Bangli yang berada di dataran tinggi dengan struktur tanah berpasir memang riskan terjadi longsor di saat musim hujan. Dari 14 titik kerusakan secara keseluruhan perlu dibangun DPT.
Lantas disinggung alokasi anggaran untuk perbaikan aset jalan di 14 titik tersebut, kata Lega Suprapto, untuk anggaran Pemkab Bangli akan mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Bali.
”Kami sebatas membuat rekapitulasi dan estimasi kerugian aset jalan, nanti permohonan bantuan ke Pemprov akan difalisilitasi lewat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Bangli,” pungkasnya. gia






















