Cacian dan Makian Rocky Gerung Mempersatukan Pendukung Jokowi

Made Nariana. foto: dok

Oleh Made Nariana

JANGAN lupa, menjelek-jelekan orang – betapun pahitnya, sering membawa hikmah positif. Dalam minggu-minggu ini pengamat yang mengaku ahli filsafat Rocky Gerung (RG) membuat dunia maya gempar.

Bacaan Lainnya

Betapa tidak, RG yang sering mengatakan Presiden Jokowi dungu, kini membuat pernyataan di balik dengan kata-kata yang sangat kasar. Bukan sekadar kasar, banyak yang membilang biadab, tanpa kemanusiaan, tanpa etika, tanpa malu sedikit pun kepada public.

Kalau saja tidak di sampaikan di ruang public dan disebarluaskan media social, tentu tidak masalah. Tetapi RG yang menuduh Jokowi “Bajingan dan tolol”, sangat tidak dapat diterima banyak kalangan di tanah air.

Bajingan pantas dituduhkan kepada perampok, pencuri, koruptor kelas kakap, pembohong besar, penipu rakyat, termasuk kaum preman yang merasahkan rakyat, atau sejenis itu.

Delapan tahun Jokowi telah menjadi pemimpin negeri ini. Ia menjadi dambaan dan disenangi lebih dari 80 persen rakyatnya. Jokowi diakui sebagai pemimpin paling baik di dunia, mengalahkan pemimpin negara super power.

Rakyat Australia demo mendukung Jokowi. Banyak tokoh dunia mengakui Jokowi sebagai pemimpin yang sukses memimpin negerinya. Ini.. malah seorang RG yang tidak punya pekerjaan, kecuali sifat iri dan dengki — menuduh Jokowi Bajingan dan tolol. Pantaskah? Pasti tidak pantaslah!.

Keberanian RG memfitnah dan berulang kali menjelek-jelekan Presiden yang sah di Indonesia, konon terkait dengan apa yang disebut sebagai akibat adanya proxy war. RG punya backing. Ia hanya dijadikan alat kekuatan tertentu. Kalau rakyat Indonesia yang waras terpancing, maka akan muncul “perang” antar kekuatan yang satu dengan kekuatan yang lain.

Proxy war memiliki pengertian bahwa ada dua kekuatan tertentu yang menggunakan tangan orang lain menjelek-jelekan pihak lawannya. RG salah satu menjadi alat untukitu. Bisa bertujuan jangka pendek, untuk kepentingan Pemilu 2024. Dapat juga memiliki tujuan jangka panjang, yang prinsipnya demi kekuasaan.

Sebelumnya di setiap kesempatan diskusi di berbagai kanal (saluran) televisi maupun media social, RG sering sudah bersikap anti pemerintah. Bahkan secara pribadi langsung menuduh Presiden dungu.

Tetapi tuduhan kali ini, merupakan hal yang paling fatal menyebabkan banyak pihak, pribadi, kelompok, pengamat bersatu membela Jokowi. Umumnya semua menyalahkan RG yang malahan lebih dungu dari yang dungu.

Pihak yang mendukung RG selalu mengatakan apa yang dikatakan RG hanya kritik biasa di balik kemerdekaan mengemukakan pendapat. Hanya orang bodoh tidak tahu apa beda kritik (mengkritisi) dengan fitnah (memfitnah).

Apa yang dibilang RG jelas fitnah. Kalau Jokowi mau, RG bisa masuk sel, karena hal itu merupakan delik aduan. Sayang Jokowi tetap tenang menghadapi berbagai kritik dan fitnah selama 8 tahun. Bahkan sejak menjadi Gubernur di DKI Jaya. Jokowi hanya menjawab : “Ah itu soal kecil. Saya terus bekerja……”, katanya, ketika ditanya wartawan di suatu kesempatan.

Terlepas dari kondisi viralnya pernyataan RG, ada sebuah hikmah bagi pendukung Jokowi. Mereka makin bersatu dan solid membela Jokowi. Bahkan ada kesan pendukungnya menginginkan supaya kelak penerusnya se-ide dengan Jokowi meneruskan segala pembangunan yang sudah dilaksanakan selama ini membangun negeri.

Memang ada yang emosional, supaya polisi segera menangkap RG. Kalau tidak, kelompok tertentu akan membuat perhitungan khusus buat Rocky Gerung! Namun ada kelompok lain juga minta tetap tenang, jangan terpancing.

Sebab kalau ada kegaduhan – justru itulah yang diinginkan dalang yang mengendalikan kepongahan RG. Ia sekadar alat, dan perpajangan tangan kekuatan lain. Ini sering disebut sebagai proxy war (perang proxi)- dimana ada kekuatan sedang konfrontasi dengan menggunakan pemain pengganti ! (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses