POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Pesan Whatsapp Group (WAG) seluruh perbekel/kepala desa di Gianyar dengan nama grup “Gianyar Aman”, yang diduga berhubungan dengan skenario untuk menyikapi kedatangan Presiden Jokowi ke Kabupaten Gianyar, akhirnya bocor. Salah satunya adanya arahan dari mantan Bupati Gianyar yang juga Ketua DPC PDIP Gianyar, Made Mahayastra, agar warga tidak menghadiri kegiatan kunjungan Presiden Jokowi.
Meski mengakui Mahayastra di dalam WAG itu adalah dirinya, tapi Mahayastra membantah memberi arahan kepada para perbekel agar masyarakat penerima PKH tidak menghadiri acara kegiatan penerimaan sembako dari Jokowi. “Bukan arahan, tapi permintaan, karena saya bukan atasannya lagi,” ucapnya singkat saat dimintai konfirmasi terkait gencarnya isu tersebut, Senin (6/11/2023).
Sebelumnya diberitakan, kedatangan Presiden Jokowi dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Gianyar pada Selasa (31/10/2023), mendapat perhatian publik. Pemantiknya adalah video yang viral terkait pencabutan baliho di sepanjang jalan penghubung yang dilalui orang nomor 1 di Indonesia. Setelah ada klarifikasi oleh Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya; didampingi Pangdam IX/Udayana serta Kapolda Bali terkait pencabutan baliho, beredar pesan dari WAG perbekel/kepala desa dengan nama grup “Gianyar Aman”.
Dikutip media nasionalxpos.co.id, dalam isi percakapan WAG tersebut, Mahayastra minta kepada seluruh perbekel agar penerima Program Keluarga harapan (PKH) yang diundang ke Batubulan untuk menerima bantuan sembako dari Presiden Jokowi, tidak menghadiri kegiatan tersebut.
“Selamat pagi perbekel se-Gianyar, kalau ada penerima PKH yg diundang ke Batubulan utk menerima sembako hari ini mohon jgn dihadiri,” tulis Mahayastra, Selasa (31/10/2023) pukul 08.15 Wita.
Kalimat tersebut, langsung dijawab oleh beberapa perbekel, salah satunya perbekel I Wayan Warka dengan membalas, “Pagi sehat selalu pak,” ditandai dengan emoticon acungan jempol dan salam.
Sementara, perbekel lainnya berinisial MSS dalam percakapan tersebut juga langsung menjawab lugas dengan mengatakan “Swastiastu rahajeng bapak bupati, Dumogi sehat lan rahayu,” tulis MSS.
Orang yang diduga mantan Bupati Gianyar tersebut menambahkan percakapannya dengan menuliskan kalimat, “Mohon laporan ada warga yg diundang ke Batubulan ya.” Dilanjutkan dengan, “Tolong di cek warga penerima PKH nggih,” tulisnya lagi.
Terakhir dalam screenshot (tangkapan layar) percakapan itu, Mahayastra menulis, “Sampaikan ndak usah di hadiri, matur suksma,” tuturnya di pukul 08.17 Wita. adi






















