POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Komitmen kuat SMP PGRI 3 Denpasar (Spiga) dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali berbuah manis. Sekolah ini berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025. Sebuah prestasi yang diterima di bidang pelestarian lingkungan hidup.
Penyerahan piagam penghargaan oleh Menteri Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq dilangsungkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (11/12/2025). Piagam penghargaan diterima langsung Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Ni Made Chandra Widayanti, S.Pd., M.Li.
Chandra Widayanti mengaku sangat bangga dengan penghargaan yang ditandatangani bersama oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Dengan penghargaan ini katanya, SMP PGRI 3 Denpasar berhak menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional dan sekaligus menjadi simbol pengakuan atas upaya nyata sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Chandra Widayanti mengungkapkan, prestasi ini berkat perjuangan panjang warga sekolah semenjak menjadi sekolah Adiwiyata di Kota Denpasar, kemudian meningkat menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi Bali, lanjut sekolah Adiwiyata tingkat nasional. SMP PGRI 3 Denpasar bisa dikatakan menjadi sekolah inovatif dan produktif, karena telah menjadi pelopor sekolah non plastik sejak tahun 2018.
SMP PGRI 3 Denpasar sejak tahun 2018 sampai saat ini masih konsisten sebagai sekolah tanpa plastik sekali pakai. Sekolah ini tidak memperbolehkan makanan dan minuman yang ada di lingkungan sekolah dikemas dengan menggunakan plastik sekali pakai. Sekolah ini diketahui mampu mengurangi sampah plastik sekali pakai hingga 90%.
Kebijakan nol plastik pun berlanjut menjadi kebijakan pengolahan sampah organik. Termasuk pembinaan rutin kepada siswa kader lingkungan sebagai duta untuk seluruh warga sekolah lewat program Sidarling (Siswa Sadar dan Peduli Lingkungan).
Para siswa juga berhasil memproduksi produk-produk yang berasal dari sampah plastik, kertas, maupun sisa makanan yang berasal dari sekolah. Beberapa produk yang dihasilkan antara lain kerajinan dari kertas bekas, pupuk kompos yang diberi nama Pupuk Kompos Spiga yang dibuat dari sisa makanan dan dedaunan di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah juga bekerjasama dengan ibu-ibu rumah tangga di sekitar sekolah untuk membuat bio plafon dari limbah cangkang telur dan jerami pabrik. Pihak sekolah bekerja sama dengan ibu-ibu rumah tangga yang berada di sekitar sekolah untuk daur ulang sisa cangkang telur untuk dijadikan bio plafon.
‘’Penghargaan ini kami peroleh lewat perjuangan berat. Kami harus mengikuti serangkaian penilaian dari tim pusat dimana kriteria penilaiannya dititikberatkan pada sikap dan pengetahuan warga sekolah dalam menjaga lingkungan serta penampilan lingkungan sekolah secara menyeluruh,’’ tegasnya.
‘’Piagam penghargaan ini saya persembahkan kepada seluruh guru, pegawai, dan siswa SMP PGRI 3 Denpasar yang telah bekerja keras dengan semangat gotong royong untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional,’’ imbuhnya penuh semangat.
Setelah menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional, SMP PGRI 3 Denpasar bertekad akan terus berjuang melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Termasuk di tengah masyarakat. Sekolah juga akan berkolaborasi dengan masyarakat dan berbagai sektor lainnya untuk meningkatkan budaya cinta lingkungan. “Harapannya sehingga Kota Denpasar menjadi kota yang berbudaya lingkungan hidup,’’ pungkasnya. tra























